Jakarta Pertimbangkan Obligasi Daerah, Menteri Keuangan Beri Peringatan
Menteri Keuangan menanggapi rencana Pemprov Jakarta menerbitkan obligasi daerah, memperingatkan risiko keuangan jangka panjang dan menawarkan alternatif pembiayaan melalui PT SMI.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berencana menerbitkan surat utang daerah kembali menjadi perhatian publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tegas dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah. Ia menekankan bahwa meskipun daerah memiliki keinginan untuk membiayai proyek strategis melalui obligasi, langkah tersebut harus dipertimbangkan secara matang karena dapat menimbulkan beban keuangan jangka panjang.
Purbaya menegaskan bahwa jika dirasa tidak layak, pemerintah pusat tidak perlu menyetujui. Ia menyampaikan dengan nada kritis bahwa pemerintah daerah yang terlalu cepat mengambil utang tanpa perhitungan matang bisa berujung pada kesulitan membayar cicilan di masa depan. "Kalau saya jahat, saya diemin saja. Ya ngutang berapa tahun lagi susah bayar," ujarnya dalam forum tersebut.
Rencana penerbitan obligasi tersebut disebutkan akan digunakan untuk pendanaan sejumlah proyek unggulan, termasuk pembangunan LRT Fase 1C dari Manggarai hingga Dukuh Atas, pembangunan rumah sakit umum daerah, pembukaan unit sekolah baru, serta pembangunan embung dan polder guna mengatasi banjir. Namun, Menteri Keuangan menilai skema pendanaan tersebut perlu dievaluasi lebih dalam.
Sebagai alternatif, Purbaya mengusulkan penggunaan dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai sumber pendanaan yang lebih aman. Dalam skema ini, pemda dapat mengakses dana tanpa harus menerbitkan obligasi secara langsung, dan pembayaran akan dilakukan melalui pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) secara bertahap. Dengan cara ini, risiko terhadap stabilitas keuangan daerah dan nasional dapat diminimalkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


