PT KDI Tekankan Fokus pada Evakuasi dan Kooperatif dalam Investigasi Longsor
Perusahaan menegaskan prioritas utama pada penanganan korban longsor di Langgikima, siap kooperatif dalam investigasi, dan imbau masyarakat hindari sebaran informasi tidak terverifikasi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) menyampaikan sikap resmi terkait kejadian longsor yang menimpa area operasional perusahaan di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Dalam pernyataan resmi, pihak perusahaan menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para pekerja dan keluarga mereka, serta menegaskan komitmen penuh terhadap penanganan darurat.
Proses evakuasi dan identifikasi korban menjadi fokus utama saat ini. Perusahaan menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari pihak berwenang sebelum menyebarkan data atau informasi terkait jumlah korban, kondisi korban, maupun status keselamatan pekerja. Dalam pernyataan, KDI menegaskan bahwa semua informasi yang beredar belum dapat dijadikan acuan karena masih dalam tahap verifikasi lapangan.
Terhadap berbagai unggahan video yang beredar di media sosial dan menyertakan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi, pihak KDI menyatakan menghargai keberadaan informasi tersebut namun menekankan bahwa belum dapat digunakan sebagai dasar kesimpulan akhir. Penyebab longsor, menurut perusahaan, harus diteliti secara menyeluruh melalui prosedur resmi yang melibatkan data lapangan, dokumen operasional, keterangan ahli, serta hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Terkait dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) K3, KDI menyatakan tidak akan melakukan spekulasi. Semua dugaan harus diuji melalui proses hukum dan investigasi resmi, bukan berdasarkan informasi sepihak atau asumsi. Perusahaan menegaskan kesiapan untuk memberikan seluruh data dan dokumen yang diperlukan sesuai aturan hukum, serta tidak akan menghalangi proses pemeriksaan oleh otoritas terkait.
KDI juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi terkait korban yang belum diverifikasi, demi mencegah kepanikan dan kesalahpahaman di kalangan keluarga korban. Dengan tetap menjaga komunikasi terbuka dengan pihak keluarga, perusahaan berkomitmen menjaga transparansi dan tanggung jawab sosial dalam penanganan musibah ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Dibongkar
Operasi gabungan Satpol PP, Polresta, dan Pertamina menertibkan ratusan lapak bensin eceran di sekitar SPBU Andonohu, menyita jeriken berisi BBM dan mengangkutnya ke tempat aman.
23 September 2026

Rumah Sakit Konawe Utara Terus Berbenah Pembangunan demi Maksimalkan Pelayanan
Rumah Sakit Konawe Utara terus melakukan perbaikan pembangunan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
23 September 2026
Tiga Siswa MTsN 1 Kendari Lolos ke OMI Provinsi
Tiga siswa MTsN 1 Kendari meraih nilai tertinggi dalam seleksi tingkat kabupaten, mengamankan tiket ke Olimpiade Matematika Indonesia tingkat provinsi.
23 September 2026
Mahasiswa UHO Ciptakan Pengering Daun Nilam Cerdas Berbasis AI-IoT
Tim mahasiswa Universitas Halu Oleo berhasil mengembangkan alat pengering daun nilam berbasis kecerdasan buatan dan internet of things untuk meningkatkan kualitas hasil panen secara optimal.
23 September 2026
Berita Lainnya

Mantan Anggota Polri Divonis Hukuman Mati atas Pembunuhan Mahasiswi
Rabu, 23 September 2026, 21.30 WITA

Menteri Imipas Pastikan Pembebasan Bechi Dicabut Jika Mengancam Korban
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

Rekayasa Lalu Lintas Siap Diterapkan untuk Antisipasi Aksi 24 September
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

KPU Tegaskan Pemohon PHPU Tak Punya Kedudukan Hukum
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

Akses Pasar Jadi Penghambat Utama Perluasan UMKM
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Forum Bisnis ANTARA Bahas Transformasi Ekonomi 2035
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Anggota DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Asusila Santri di Lombok Tengah
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Sekolah Rakyat Capai 182 Titik Operasional
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

