Mahasiswa UHO Ciptakan Pengering Daun Nilam Cerdas Berbasis AI-IoT
Tim mahasiswa Universitas Halu Oleo berhasil mengembangkan alat pengering daun nilam berbasis kecerdasan buatan dan internet of things untuk meningkatkan kualitas hasil panen secara optimal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibukaKendari, ıNarasikita - Sebuah inovasi teknologi terbaru lahir dari kampus Universitas Halu Oleo, dengan hadirnya sistem pengeringan daun nilam yang ditenagai oleh kecerdasan buatan dan jaringan perangkat internet of things. Alat ini dirancang untuk mengoptimalkan proses pengeringan secara otomatis, mengurangi ketergantungan pada metode tradisional yang sering kali menghasilkan kualitas tidak konsisten. Dengan integrasi sensor dan algoritma pembelajaran mesin, sistem mampu menyesuaikan suhu dan kelembapan sesuai kondisi bahan baku secara real-time.
Proses pengembangan dilakukan oleh tim mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik elektro, informatika, dan agroindustri. Mereka menggabungkan pengetahuan teknis dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan petani lokal, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara yang menjadi salah satu penghasil nilam terbesar di Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan kualitas minyak nilam hingga 30% dibandingkan metode konvensional, sekaligus mengurangi waktu pengeringan hingga 40%.
Sistem ini juga dilengkapi dengan antarmuka aplikasi berbasis mobile yang memungkinkan petani memantau proses pengeringan dari jarak jauh. Melalui perangkat lunak, pengguna bisa mendapatkan notifikasi saat terjadi perubahan parameter atau gangguan teknis. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membuka akses teknologi bagi pelaku usaha skala kecil yang belum mampu membeli peralatan mahal.
Tujuan utama pengembangan teknologi ini adalah mendukung peningkatan nilai tambah komoditas nilam di daerah, menjadikan produksi lebih stabil, dan memperkuat daya saing ekspor. Tim percaya bahwa dengan pendekatan berbasis teknologi, petani bisa memperoleh hasil yang lebih baik tanpa harus meninggalkan budaya lokal. Kini, inovasi ini sedang dalam tahap uji coba lapangan di beberapa sentra tanam nilam di Kabupaten Konawe dan Kolaka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Tiga Siswa MTsN 1 Kendari Lolos ke OMI Provinsi
Tiga siswa MTsN 1 Kendari meraih nilai tertinggi dalam seleksi tingkat kabupaten, mengamankan tiket ke Olimpiade Matematika Indonesia tingkat provinsi.
23 September 2026

Publik Desak Polda Turun Tangan Tangani Kasus Makan Minum Rp9,2 M di Konawe
Masyarakat dan aktivis menuntut kejelasan atas penanganan dugaan korupsi anggaran makan minum di Pemkab Konawe senilai Rp9,2 miliar yang kini ditangani Polres Konawe.
23 September 2026

SIGAP ANOA Diluncurkan, Integrasi CCTV dan Patroli Jadi Satu Platform
Sistem SIGAP ANOA resmi diluncurkan Ditlantas Polda Sultra untuk mempercepat respons kecelakaan melalui integrasi data real-time dari CCTV, lokasi kejadian, dan posisi patroli.
23 September 2026

PWI Sultra Dukung Integrasi Digital untuk Perkuat Ekosistem Jurnalistik Daerah
PWI Sultra menyambut baik rencana integrasi website PWI Pusat dan daerah melalui News Room, yang diharapkan memperkuat sinergi dan kapasitas digital organisasi secara nasional.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

