Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi

Sebanyak tujuh dari 16 unit KRL iE305/CLI-225 dari INKA belum diterima, sementara tujuh lainnya ditarik untuk perbaikan menyeluruh akibat temuan komponen bermasalah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan keterlambatan serius dalam penyerahan 16 rangkaian KRL iE305/CLI-225 dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Dari total pesanan, baru tujuh unit yang telah diterima dan beroperasi, sementara sembilan unit lainnya belum diserahkan, mengalami keterlambatan lebih dari satu tahun dari jadwal yang ditentukan. Hal ini terungkap dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada 23 September 2026.

Bobby menyoroti keterbatasan kapasitas produksi INKA sebagai penyebab utama keterlambatan. Meskipun perusahaan memproyeksikan produksi sebanyak delapan unit per tahun, kenyataannya hanya mampu menghasilkan dua hingga tiga unit saja. Ketidaksesuaian antara target produksi dan realisasi ini menjadi faktor penentu penundaan pengiriman, yang berdampak langsung pada ketersediaan armada kereta untuk layanan penumpang.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, KAI melakukan penarikan sementara terhadap tujuh unit KRL iE305 produksi INKA dari jalur operasional. Penarikan dilakukan pada 11 September 2026 dan dilakukan di Dipo Kereta Depok, Jawa Barat, untuk menjalani General Check Up (GCU) intensif. Pemutusan operasi dilakukan setelah ditemukan adanya komponen dengan potensi gangguan terhadap keamanan dan kelancaran operasional kereta.

Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan pihak INKA secara langsung. Hasil audit menunjukkan satu komponen perlu ditingkatkan kualitasnya, dan solusi teknis telah ditemukan. Dari tujuh unit yang ditarik, satu unit telah selesai perbaikan dan kembali beroperasi, sementara satu unit lainnya selesai dalam proses pemeriksaan hari ini. KAI menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas operasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan teknis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya