Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Kemiskinan Jateng Turun Jadi 8,7% pada Akhir 2026

Pemprov Jateng menetapkan target penurunan angka kemiskinan menjadi 8,70 persen hingga akhir 2026 melalui program perbaikan rumah tidak layak huni dan sinergi dengan Baznas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Target Kemiskinan Jateng Turun Jadi 8,7% pada Akhir 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan target penurunan angka kemiskinan menjadi 8,70 persen pada akhir tahun ini, sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Target tersebut disampaikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam acara pembekalan dan penyaluran bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah Tahap III Tahun 2026, yang berlangsung di kompleks kantor gubernur. Ia menegaskan bahwa pencapaian angka tersebut menjadi prioritas, meskipun pada Maret 2026 tingkat kemiskinan masih berada di angka 9,21 persen berdasarkan data BPS.

Upaya penurunan kemiskinan, menurut Taj Yasin, tidak terlepas dari penanganan backlog perumahan yang masih cukup tinggi. Hingga semester kedua 2026, jumlah kekurangan hunian layak di Jawa Tengah mencapai sekitar 990.000 unit, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,3 juta unit. Pemerintah daerah berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, lembaga zakat, dan sektor swasta untuk mempercepat perbaikan RTLH, sebagai bentuk penanganan langsung terhadap ketimpangan akses hunian layak.

Baznas Provinsi Jawa Tengah melalui Tahap III 2026 menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk 112 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp2,011 miliar. Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yang telah berlangsung sejak 2019, dengan total bantuan RTLH mencapai 3.855 unit dan nilai keseluruhan mencapai Rp49,174 miliar. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, dengan jumlah dan nilai yang meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan peningkatan efektivitas dan cakupan program.

Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak sosial dan psikologis positif bagi keluarga penerima manfaat. Salah satu penerima, Badaruddin dari Kabupaten Wonosobo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan, berharap renovasi dapat segera terealisasi agar keluarganya dapat tinggal dalam rumah yang lebih aman dan layak. Ia menilai bantuan tersebut sebagai berkah yang akan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya