Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB

Presiden AS Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmen pengiriman 8.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza dalam sidang Majelis Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.43 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam kesempatan berbicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan terima kasih kepada Indonesia atas kontribusi dalam upaya stabilisasi wilayah Gaza. Ucapan tersebut disampaikan saat membahas rencana pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sebagai bagian dari inisiatif Dewan Perdamaian (BoP) yang diausulkan oleh pemerintah AS. Trump menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang telah berkomitmen mengirim personel militer, kepolisian, serta pelatihan untuk mendukung stabilitas di wilayah yang terdampak konflik berkepanjangan.

Komitmen Indonesia mencakup pengiriman sekitar 8.000 personel, meski pelaksanaannya sempat tertunda akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. ISF sendiri bertugas menjaga keamanan, melindungi warga sipil, serta membantu pelatihan kepolisian lokal di Gaza. Selain itu, pasukan ini juga berperan dalam pemantauan pembangunan fasilitas kesehatan dan perbaikan infrastruktur penting yang rusak akibat konflik.

Trump juga menyoroti kontribusi finansial dari sejumlah negara anggota BoP, termasuk Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Turki, Uzbekistan, dan Kazakhstan, yang telah menyumbang miliaran dolar untuk pemulihan Gaza. Ia menekankan bahwa dana tersebut disalurkan secara langsung ke lokasi yang membutuhkan, tanpa penyimpangan, sebagai bentuk solidaritas global yang luar biasa. Menurutnya, keinginan untuk menjaga kehidupan warga Palestina menjadi motivasi utama dari dukungan internasional tersebut.

Konflik di Jalur Gaza telah menimbulkan kerusakan besar sejak Oktober 2023, ketika otoritas Israel melancarkan agresi militer yang menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan orang mengungsi. Meski telah terjadi gencatan senjata melalui peran penengah AS, operasi militer Israel tetap berlangsung secara sporadis, menimbulkan kekhawatiran atas keberlanjutan perdamaian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya