Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Orang, 36 Warga Mengungsi

Banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, menewaskan satu orang, melukai lima orang, merusak 40 rumah, dan mengganggu operasional pemerintahan daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Orang, 36 Warga Mengungsi📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok pada malam hari, Senin (21/09), menyebabkan satu korban tewas, lima lainnya mengalami luka-luka, serta merusak puluhan rumah dan sejumlah kantor pemerintahan. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, hingga Rabu (23/09), masih terdapat 36 warga yang mengungsi di rumah dinas Wakil Bupati Solok, sementara satu orang lainnya masih dalam status hilang.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang, sementara upaya pembersihan material seperti kayu, batu, dan puing bangunan dari area terdampak dilakukan secara intensif. Material besar masih terlihat berserakan di sepanjang aliran sungai dan di depan rumah warga, menandakan kekuatan arus yang melanda kawasan tersebut. Masa tanggap darurat diperkirakan berlangsung selama 14 hari ke depan, dengan fokus utama pada penanganan darurat dan evakuasi korban.

Salah satu korban selamat, Affan Alqadri (24), menceritakan pengalaman mengerikan saat banjir bandang menghantam warung tempat ia dan adiknya, Daffi Arahman, berada. Ia berusaha menyelamatkan adiknya yang terjebak saat air bah datang, namun keduanya terpental akibat hantaman bangunan barber shop yang ikut terbawa arus. Meski sempat berusaha meraih tubuh sang adik, Affan kehilangan pegangan dan terseret arus. Daffi akhirnya ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.

Korban lain, Gasani Zaida (18), mengungkapkan kondisi sulit yang dialaminya sejak malam kejadian. Ia dan keluarganya terpaksa berpindah-pindah mencari tempat aman hingga akhirnya beristirahat di masjid dekat sawah. Hingga pagi harinya, mereka belum menerima bantuan makanan atau logistik. Rumah yang dibangun orang tuanya kini dipenuhi sisa material, membuat pembersihan menjadi tugas yang sulit dilakukan sendiri.

Kerusakan pada 11 kantor pemerintahan menyebabkan roda pemerintahan Kabupaten Solok terganggu secara signifikan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyatakan bahwa operasional pemerintahan kini berjalan dalam kondisi darurat, dengan prioritas utama memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk proses perbaikan fasilitas pemerintahan yang rusak, namun belum ada pengungsian khusus bagi korban bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya