Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan BBM Nasional Tetap Aman di Angka 18–21 Hari

Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak nasional tetap berada pada level aman 18 hingga 21 hari, sementara harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Cadangan BBM Nasional Tetap Aman di Angka 18–21 Hari📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian ESDM menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia masih dalam posisi aman, dengan cadangan yang berada pada ambang batas minimal sebesar 18 hingga 21 hari. Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kesempatan pertemuan di kawasan BSD, Tangerang, sebagai bentuk respons atas dinamika fluktuasi harga minyak global yang terus berlangsung.

Ia menekankan bahwa keberadaan cadangan tersebut merupakan indikator utama kesiapan strategis dalam menghadapi potensi gangguan pasokan. “Kami terus memantau secara ketat, dan saat ini cadangan BBM nasional berada dalam zona aman, sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah.

Pemerintah juga memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM subsidi.

Bahlil mengimbau masyarakat berpenghasilan menengah ke atas untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. Ia menekankan bahwa subsidi seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. “Bagi yang memiliki kendaraan berkualitas tinggi dan kondisi ekonomi memadai, sebaiknya beralih ke BBM non-subsidi agar subsidi tetap tepat sasaran,” tegasnya, menekankan pentingnya keadilan distribusi energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya