Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.838 per Dolar AS di Awal Perdagangan Rabu

Rupiah menguat 0,26 persen menjadi Rp17.838 per dolar AS pada sesi pagi Rabu, didorong konsolidasi menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.838 per Dolar AS di Awal Perdagangan Rabu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.838 per dolar AS pada perdagangan pagi hari Rabu, 23 September, menguat 46 poin atau setara 0,26 persen dibandingkan level penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi mata uang Asia yang tidak seragam, dengan beberapa mata uang regional menguat sementara yang lain melemah.

Peso Filipina dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,16 persen dan 0,14 persen, sedangkan won Korea Selatan juga menguat 0,07 persen. Sebaliknya, yuan China melemah 0,03 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,15 persen. Dolar Hong Kong sendiri bergerak datar.

Di sisi lain, mata uang negara maju secara umum melemah terhadap dolar AS. Euro turun 0,10 persen, poundsterling Inggris melemah 0,15 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, dolar Kanada turun 0,09 persen, dan franc Swiss melemah 0,10 persen. Pergerakan ini mencerminkan tekanan global yang memengaruhi pasar keuangan global.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah diperkirakan akan tetap berada dalam rentang konsolidasi menjelang pengumuman keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada sore hari. Ia menilai potensi intervensi yang telah diprediksi sebelumnya dapat mendorong rupiah menguat lebih lanjut. Perkiraan rentang pergerakan rupiah hari ini berada antara Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya