Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan Hadiah OSN 2027

Pemerintah membuka kemungkinan menaikkan nilai hadiah bagi pemenang Olimpiade Sains Nasional 2027, menyusul kritik atas besaran uang pembinaan tahun sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan Hadiah OSN 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini tengah meninjau ulang skema penghargaan bagi para peserta OSN, dengan fokus pada peningkatan nilai hadiah pada penyelenggaraan tahun 2027. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap berbagai masukan dari publik yang menilai besaran uang pembinaan di OSN 2026 terlalu rendah, bahkan dinilai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan komitmen untuk memperbaiki sistem penghargaan demi lebih menghargai prestasi akademik siswa berbakat.

Pada OSN 2026, peserta jenjang SD, MI, dan sederajat yang meraih medali emas menerima Rp15 juta, perak Rp10 juta, serta perunggu Rp5 juta. Untuk jenjang SMP, MTs, dan sederajat, besaran hadiah sama. Sementara di jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat, pemenang emas mendapat Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta, berlaku untuk sembilan bidang lomba. Dari 566 peserta tingkat menengah yang berkompetisi, 45 meraih emas, 90 perak, dan 135 perunggu.

Pemerintah menekankan bahwa tujuan OSN bukan hanya kompetisi akademik, tetapi juga sebagai sarana deteksi dini dan pembinaan potensi sains anak bangsa sejak dini. Dengan jumlah peserta yang tinggi, ajang ini menjadi indikator minat dan kualitas sains di berbagai wilayah. Pemerintah berupaya menemukan skema pembiayaan yang tepat agar penghargaan dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan konsistensi anggaran.

Selain uang pembinaan, para pemenang OSN berkesempatan mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas), program pengembangan talenta, beasiswa, serta akses khusus ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Pemerintah menegaskan bahwa pengakuan atas prestasi tidak hanya terbatas pada medali atau dana, tetapi juga mencakup pembinaan jangka panjang menuju kompetisi sains internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya