Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sekolah Rakyat Ngawi Resmi Beroperasi, Fokus Pendidikan Karakter dan Akses Merata

Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi mulai beroperasi dengan menampung 220 siswa, menekankan pendidikan karakter melalui sistem asrama dan akses pendidikan inklusif bagi keluarga kurang mampu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sekolah Rakyat Ngawi Resmi Beroperasi, Fokus Pendidikan Karakter dan Akses Merata📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi secara resmi memulai operasionalnya pada September 2026, menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera. Kehadiran lembaga pendidikan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah daerah dalam mengusulkan lahan permanen untuk pembangunan gedung, berbeda dari pola sebelumnya yang menggunakan fasilitas sementara.

Kegiatan pembukaan diwarnai antusiasme tinggi dari siswa, yang menampilkan berbagai bentuk seni seperti tari tradisional, pencak silat, paduan suara, serta puisi yang menggambarkan harapan mendalam terhadap pendidikan. Salah satu orang tua, Sartini dari Kecamatan Kendal, menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto, menyebut sekolah ini sebagai jalan terang bagi anak-anak yang sempat putus sekolah, memberi kesempatan meraih masa depan lebih cerah.

Saat ini, sekolah menampung 220 peserta didik, terdiri atas 18 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 112 siswa SMA. Semua peserta didik berasal dari kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan proses seleksi yang melibatkan Kemendikdasmen, BPS, dan pemerintah daerah melalui asesmen dan rapat pleno. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan penjangkauan lebih luas, khususnya untuk calon siswa SD, dengan target kapasitas menampung lebih dari 1.000 siswa dalam jangka panjang.

Pendidikan karakter menjadi inti dari konsep Sekolah Rakyat, diterapkan melalui sistem asrama yang memungkinkan siswa beradaptasi dengan lingkungan baru secara intensif. Gus Ipul menekankan pentingnya masa awal pembelajaran dalam membentuk karakter, dan menyerahkan pengelolaan sekolah kepada Bupati Ngawi untuk diawasi, dibimbing, serta diperkuat secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya