Investasi Rp1.306 Triliun untuk PLTS 100 GW Ditetapkan sebagai Prioritas Nasional
Pemerintah menetapkan pembangunan PLTS sebesar 100 gigawatt dengan total investasi hingga Rp1.306 triliun sebagai langkah strategis mencapai kemandirian energi dan komitmen net zero emission hingga 2060.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menetapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 100 gigawatt sebagai salah satu pilar utama kebijakan energi nasional. Proyek strategis ini membutuhkan dana investasi sekitar US$70 hingga US$73 miliar, setara dengan Rp1.306 triliun berdasarkan asumsi nilai tukar Rp17.895,94 per dolar AS. Angka tersebut menjadi dasar perencanaan dalam kerangka program transformasi energi yang berjalan selama tiga tahun ke depan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam forum MKI Electricity Connect 2026. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar target, tetapi bagian dari respons nyata terhadap tantangan global, termasuk perubahan kebijakan sejumlah negara terkait Paris Agreement. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan agar Indonesia tetap konsisten menjalankan komitmen net zero emission hingga tahun 2050 hingga 2060, meskipun ada negara lain yang menarik diri dari perjanjian tersebut.
Untuk mewujudkannya, pemerintah memperbarui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan menetapkan 70 persen dari total kapasitas listrik baru berasal dari energi baru terbarukan. Dalam hal ini, PLTS menjadi andalan utama. Bahlil menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal angka, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia akademik, dan pelaku usaha, untuk mewujudkan transformasi energi yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program PLTS 100 GW merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menekankan perlunya pemanfaatan optimal seluruh potensi energi dalam negeri, termasuk panas bumi, gas alam, minyak bumi, dan sumber daya tenaga surya. Dalam peluncuran proyek di Gilimanuk, Bali, Presiden menegaskan bahwa dengan kekuatan energi dalam negeri, Indonesia tidak akan lagi tergantung pada impor minyak, bahkan menargetkan untuk tidak mengimpor satu barel pun minyak sekalipun di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Raup Rp11 Triliun dari Lelang Sukuk Syariah
Lelang delapan seri Sukuk Negara Syariah menarik minat tinggi, dengan penawaran mencapai 268% dari target, menghasilkan dana segar Rp11 triliun untuk pembiayaan APBN 2026.
23 September 2026

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Pembangunan Stadion Pajajaran di Kota Bogor untuk Porprov XV Jawa Barat 2026 telah mencapai tahap 39 persen dengan fasilitas penunjang mulai beroperasi.
22 September 2026

Otorita IKN Siap Bor Air Tanah di Sukaraja untuk Kepentingan Masyarakat
Otorita IKN berencana mengebor air tanah di Desa Sukaraja, Sepaku, setelah hasil riset geolistrik mendukung potensi sumber air, dengan dukungan penuh dari pemilik lahan dan pemerintah desa.
22 September 2026

TelkomGroup dan China Unicom Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Kolaborasi strategis antara TelkomGroup dan China Unicom diwujudkan melalui MoU untuk memperluas konektivitas dan inovasi teknologi di Indonesia.
22 September 2026
Berita Lainnya

Orang yang Suka Kopi Pahit Tanpa Gula Punya Karakter Khas
Rabu, 23 September 2026, 12.17 WITA

Waspada Modus Pemalsuan SIM, Pemohon Wajib Hadir Langsung
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Penjualan Otomotif Melonjak, Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi Nasional
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Waspada Modus Penipuan Pembuatan SIM Tanpa Kehadiran
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Balpres Ilegal Masih Menyusup Lewat Jalur Rawan
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Indonesia Siap Jadi Pusat Data Berbasis Energi Bersih
Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA

Pemerintah Tanggung Pajak Magang, Uang Saku Lulusan Tetap Penuh
Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA

