Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026, sementara harga nonsubsidi tetap mengikuti fluktuasi pasar global dan ICP.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026, meskipun terjadi pergerakan harga minyak dunia. Keputusan ini diambil sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah volatilitas pasar global. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak akan berubah dalam periode yang ditentukan, terlepas dari dinamika harga minyak mentah internasional.
Untuk BBM nonsubsidi, harga tetap mengacu pada pergerakan harga minyak dunia, khususnya Indeks Harga Minyak Indonesia (ICP). Jika ICP mengalami kenaikan, maka harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan secara otomatis, begitu pula sebaliknya saat terjadi penurunan. “Perubahan harga nonsubsidi bersifat dinamis dan langsung terkait dengan kondisi pasar global, tetapi harga subsidi tetap dilindungi oleh kebijakan pemerintah,” ujar Bahlil dalam kesempatan terpisah.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap dalam kondisi aman, dengan cadangan yang mencapai rentang 18 hingga 21 hari. Angka ini menjadi standar minimum untuk menjamin kelancaran distribusi dan mencegah kekosongan di wilayah terpencil maupun kota besar. Pemantauan stok dilakukan secara rutin oleh Kementerian ESDM bekerja sama dengan Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan perusahaan pelat merah.
PT Pertamina Patra Niaga turut memperjelas informasi terkini terkait harga BBM di SPBU miliknya. Per 21 September 2026, tidak ada perubahan harga BBM nonsubsidi di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Perusahaan menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tentang adanya penyesuaian harga tidak benar. Mereka mengimbau masyarakat untuk mengacu pada sumber resmi seperti situs web dan aplikasi Pertamina, bukan berita yang belum diverifikasi.
Harga BBM Pertamina per 23 September 2026 di wilayah DKI Jakarta tercatat sebagai berikut: Pertalite Rp10.000 per liter, Solar Subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax (RON 92) Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.600 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp25.200 per liter. Semua harga tersebut tetap berlaku tanpa perubahan hingga batas waktu yang ditetapkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Janji Pendidikan Negeri Gratis, Dana dari Aset Koruptor
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan negeri gratis dari SD hingga perguruan tinggi, dengan sumber dana berasal dari aset hasil penyitaan koruptor.
23 September 2026

Cadangan BBM Nasional Tetap Aman di Angka 18–21 Hari
Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak nasional tetap berada pada level aman 18 hingga 21 hari, sementara harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026.
23 September 2026

Danantara Kaji Dukungan untuk Integrasi LRT Jakarta
Badan Pengatur Investasi Danantara meninjau kemungkinan dukungan terhadap pengembangan LRT Jakarta sebagai bagian dari integrasi sistem transportasi massal nasional.
23 September 2026

Kunjungan Pimpinan Uni Eropa ke Indonesia Tahun Depan Dibuka
Rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026 dijadwalkan sebagai bagian dari proses penyelesaian perjanjian ekonomi komprehensif.
23 September 2026
Berita Lainnya

Orang yang Suka Kopi Pahit Tanpa Gula Punya Karakter Khas
Rabu, 23 September 2026, 12.17 WITA

Waspada Modus Pemalsuan SIM, Pemohon Wajib Hadir Langsung
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Penjualan Otomotif Melonjak, Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi Nasional
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Waspada Modus Penipuan Pembuatan SIM Tanpa Kehadiran
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Investasi Rp1.306 Triliun untuk PLTS 100 GW Ditetapkan sebagai Prioritas Nasional
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Balpres Ilegal Masih Menyusup Lewat Jalur Rawan
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Indonesia Siap Jadi Pusat Data Berbasis Energi Bersih
Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA

Pemerintah Tanggung Pajak Magang, Uang Saku Lulusan Tetap Penuh
Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA

