BRI Perkuat Fondasi Bisnis dengan Transformasi Digital dan Pertumbuhan Berkualitas
BRI meraih empat penghargaan utama nasional, termasuk sebagai perusahaan dengan laba bersih tertinggi dan aset terbesar, sejalan dengan kenaikan kinerja dan transformasi strategis hingga triwulan II 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil menegaskan posisinya sebagai pemimpin di sektor perbankan nasional dengan meraih empat penghargaan utama, termasuk sebagai perusahaan dengan laba bersih tertinggi, aset terbesar, dan kapitalisasi pasar terbesar. Pencapaian ini berdasarkan evaluasi terhadap kinerja fundamental seperti pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, serta kapitalisasi pasar. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi BRI dalam menjaga kualitas operasional dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan dinamika industri keuangan.
Dalam perjalanannya, BRI terus mengakselerasi transformasi melalui program BRIvolution Reignite, yang dirancang untuk memperkuat seluruh lini bisnis secara menyeluruh. Transformasi ini difokuskan pada dua pilar utama: memperbaiki struktur pendanaan melalui penguatan CASA dan layanan transaksi, serta memperkuat penyaluran kredit mikro dan mengembangkan bisnis konsumen sebagai sumber pertumbuhan baru. Tujuannya adalah menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Hingga akhir triwulan II 2026, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aset konsolidasi mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan, didorong oleh kenaikan kredit dan pembiayaan sebesar 16,2% menjadi Rp1.646 triliun. Kinerja keuangan ini didukung oleh stabilisasi rasio ROA pada level 2,7% dan kenaikan ROE dari 16,6% menjadi 18,8%, menunjukkan efisiensi dan produktivitas yang meningkat.
Di tingkat regional, BRI juga menempati posisi pertama di antara perusahaan finansial asal Indonesia dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 2026, serta berada di peringkat ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Prestasi ini menempatkan BRI sejajar dengan korporasi besar regional seperti Olam Group, Petrovietnam, Top Frontier Investment, dan Sea. Capaian ini menjadi refleksi dari kemampuan BRI dalam beradaptasi, berinovasi, dan mempertahankan daya saing di pasar global yang semakin kompetitif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Tanggung Pajak Magang, Uang Saku Lulusan Tetap Penuh
Uang saku peserta magang nasional 2026 sebesar Rp5,2 juta per bulan diterima tanpa potongan pajak, karena PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah secara penuh.
23 September 2026

IHSG Melemah, Saham Medco dan Siloam Torehkan Kinerja Positif
Indeks harga saham gabungan turun 1,69% ke level 6.277, didorong aksi jual asing, sementara Medco dan Siloam catat kinerja menggembirakan berkat pertumbuhan produksi dan akuisisi strategis.
23 September 2026

Rupiah Menguat Jelang Pengumuman BI Rate
Rupiah menguat ke Rp17.835 per dolar AS di awal perdagangan, menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang menjadi fokus pasar.
23 September 2026

IHSG Menguat di Pembukaan, Pasar Pantau Keputusan BI
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,33% ke level 6.297, didukung sentimen pasar yang menanti keputusan suku bunga BI dan dinamika global.
23 September 2026
Berita Lainnya

Orang yang Suka Kopi Pahit Tanpa Gula Punya Karakter Khas
Rabu, 23 September 2026, 12.17 WITA

Waspada Modus Pemalsuan SIM, Pemohon Wajib Hadir Langsung
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Penjualan Otomotif Melonjak, Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi Nasional
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Waspada Modus Penipuan Pembuatan SIM Tanpa Kehadiran
Rabu, 23 September 2026, 12.15 WITA

Investasi Rp1.306 Triliun untuk PLTS 100 GW Ditetapkan sebagai Prioritas Nasional
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Balpres Ilegal Masih Menyusup Lewat Jalur Rawan
Rabu, 23 September 2026, 12.06 WITA

Indonesia Siap Jadi Pusat Data Berbasis Energi Bersih
Rabu, 23 September 2026, 12.05 WITA

