Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macron Tegaskan Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat Picu Krisis Kemanusiaan

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan keadilan bagi Palestina dalam pidato di sidang umum PBB, menyoroti kekerasan militer dan pemukim Israel yang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Macron Tegaskan Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat Picu Krisis Kemanusiaan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron menggarisbawahi kekhawatiran global atas situasi kemanusiaan di wilayah Gaza dalam kesempatan berbicara di sidang umum PBB. Ia menekankan bahwa kekerasan yang terus terjadi tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam stabilitas regional secara keseluruhan. Macron menekankan pentingnya menghentikan aksi militer yang merusak infrastruktur dasar dan mengancam keselamatan warga sipil.

Dalam pidatonya, Macron juga mengkritik ekspansi pemukiman Israel di Tepi Barat, yang menurutnya memperparah ketegangan dan mengancam peluang kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk perampasan hak sah atas tanah dan kehidupan yang dijamin oleh hukum internasional. Menurutnya, tanpa solusi adil dan berkelanjutan, konflik akan terus memburuk.

Macron menyerukan kepada komunitas internasional untuk memperkuat upaya diplomasi dan memastikan akses kemanusiaan yang tidak terhambat ke wilayah Gaza. Ia menekankan bahwa solusi politik harus mempertimbangkan kedua sisi, namun tanpa mengorbankan prinsip hak asasi manusia dan keadilan. Ia menekankan bahwa keberhasilan perdamaian tidak bisa dibangun atas dasar dominasi militer.

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya Prancis untuk mendorong kembali dialog multilateral dalam menangani krisis Timur Tengah. Dengan menekankan kewajiban bersama, Macron mengingatkan bahwa dunia tidak bisa berdiam diri saat terjadi pelanggaran berat terhadap hukum humaniter. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang bagi perdamaian yang berkelanjutan dan berbasis hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya