Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Pengolahan batu bara menjadi bensin memungkinkan secara teknis, namun tantangan utama terletak pada biaya tinggi dan keekonomian proyek.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengembangan bensin berbahan baku batu bara di Indonesia dinilai masih menghadapi hambatan besar meskipun teknologi dasarnya telah tersedia. Proses konversi batu bara menjadi bahan bakar cair, dikenal sebagai Coal to Liquid (CTL), telah diterapkan secara komersial di negara-negara seperti Afrika Selatan melalui perusahaan Sasol. Teknologi ini memungkinkan batu bara diubah menjadi gas sintesis (syngas) melalui reaksi dengan oksigen dan uap air di bawah tekanan tinggi, menghasilkan karbon monoksida dan hidrogen.
Langkah berikutnya adalah pengolahan syngas menjadi metanol, yang kemudian dapat dimodifikasi menjadi berbagai produk turunan seperti dimetil eter (DME) atau bensin. Meskipun proses ini telah terbukti efektif secara teknis, keberlanjutan ekonominya menjadi kunci utama. Sejumlah proyek serupa di dunia menunjukkan bahwa tingginya biaya investasi dan operasional menjadi alasan utama penundaan atau pembatalan kerja sama, termasuk keberangkatan perusahaan asing seperti Air Products dari rencana pembangunan fasilitas DME dari batu bara.
Kebijakan pemerintah yang menekankan kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya lokal menjadi dasar pertimbangan pengembangan bensin dari batu bara. Pernyataan pejabat tinggi menegaskan bahwa inovasi dari akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas teknik, telah membuktikan kemampuan nasional dalam menghasilkan bahan bakar dari sumber domestik seperti kelapa sawit. Keberhasilan program B50 yang menghilangkan impor solar sejak 1 Juli menjadi bukti nyata dari potensi tersebut.
Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan global. Namun, untuk mewujudkannya secara massal, perlu pendekatan strategis dalam menarik investasi dan menyeimbangkan biaya produksi dengan harga pasar. Keberhasilan proyek bensin dari batu bara akan bergantung pada ketersediaan dana besar, efisiensi proses, serta kebijakan pendukung yang konsisten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Ahli pertambangan menyarankan pemerintah melibatkan Danantara untuk menopang pembiayaan proyek konversi batu bara menjadi bensin demi kemandirian energi.
23 September 2026

Prabowo Dorong Transformasi Batu Bara Jadi BBM Nasional
Pemerintah berupaya mengoptimalkan cadangan batu bara untuk produksi bahan bakar minyak, sebagai bagian dari strategi kemandirian energi di tengah ketidakpastian global.
22 September 2026

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Menteri ESDM menegaskan komitmen pemerintah memprioritaskan UMKM dalam sektor pertambangan demi pemerataan ekonomi dan ketahanan nasional.
22 September 2026

PNBP Pertambangan Naik Meski Produksi Turun
Penerimaan negara bukan pajak dari sektor batu bara dan nikel melonjak hingga Rp 108 triliun per 31 Agustus 2026, meski produksi bulanan dikurangi secara signifikan.
22 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

