Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Menteri ESDM menegaskan komitmen pemerintah memprioritaskan UMKM dalam sektor pertambangan demi pemerataan ekonomi dan ketahanan nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya alam harus mengedepankan kepentingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meski perusahaan besar tetap menjadi mitra strategis. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Jadi Pertambangan ke-81 di Jakarta, menekankan pentingnya keseimbangan antara skala usaha dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Ia menekankan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61%, menunjukkan peran sentralnya dalam struktur ekonomi nasional. Bahkan, saat krisis ekonomi tahun 1998 dengan defisit anggaran 13% dan inflasi mencapai 88%, justru UMKM yang menjadi penopang utama stabilitas ekonomi, bukan perusahaan besar.
Dalam konteks pertambangan, Bahlil menyebut bahwa banyak UMKM telah mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dengan target produksi mulai dari 200.000 ton hingga 1 juta ton. Ia menyoroti bahwa jika satu perusahaan besar menguasai seluruh sektor, maka keberagaman ekonomi akan terancam. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir untuk melindungi dan membina pelaku usaha menengah ke bawah agar tidak kalah bersaing.
Reformasi sektor pertambangan dilakukan secara bertahap mulai 2025, dengan penanganan RKAB pada 2026 dan pematangan kebijakan pada 2027. Tujuannya adalah memastikan kedaulatan sumber daya alam sesuai ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana sumber daya alam harus dikelola untuk kesejahteraan rakyat secara merata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PNBP Pertambangan Naik Meski Produksi Turun
Penerimaan negara bukan pajak dari sektor batu bara dan nikel melonjak hingga Rp 108 triliun per 31 Agustus 2026, meski produksi bulanan dikurangi secara signifikan.
22 September 2026

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Pemerintah berupaya mengoptimalkan batu bara sebagai bahan baku bensin melalui teknologi pengolahan, sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
21 September 2026

Indonesia Siapkan Bensin dari Batu Bara, Tertinggal dari China
Pemerintah Indonesia berencana produksi bensin dari batu bara setelah sukses mandiri solar B50, menyusul keunggulan China dalam konversi batu bara menjadi energi sejak tahun lalu.
21 September 2026

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
PT Freeport Indonesia mulai pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di Grasberg dengan alokasi dana Rp25 triliun, ditargetkan produksi perdana tahun 2029.
20 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Selasa, 22 September 2026, 15.31 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

