Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Menteri ESDM menegaskan konsistensi Indonesia dalam komitmen transisi energi meski sejumlah negara maju belum menjalankan kesepakatan Paris Agreement secara utuh.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komitmen global terhadap transisi energi menuju emisi nol bersih belum sepenuhnya tercermin dalam tindakan nyata di lapangan, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia menyampaikan bahwa meski banyak negara telah meratifikasi Paris Agreement dengan target net zero emission pada 2060 atau lebih awal, sejumlah di antaranya kini menunjukkan ketidakseriusan dalam menerapkan kebijakan transisi.
Bahlil menyoroti ironi di mana negara-negara yang menjadi inisiator perjanjian tersebut kini justru mengurangi ambisi atau menunda langkah-langkah nyata. Ia menekankan bahwa transisi energi memerlukan investasi besar, terutama dalam pengembangan energi baru terbarukan, yang tidak mudah dilakukan tanpa dukungan konsisten dari seluruh pemangku kepentingan global.
Di tengah ketidakseragaman tersebut, Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk mencapai target net zero emisi pada 2060, bahkan lebih awal jika memungkinkan. Langkah konkret diwujudkan melalui Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menetapkan porsi listrik dari energi baru terbarukan mencapai 70 persen dari total kapasitas 69,5 Giga Watt.
Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan tegas agar Indonesia tidak terpengaruh oleh ketidakpastian global. Dalam forum tersebut, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan energi nasional tetap berjalan sesuai rencana, tanpa menyerah meski ada negara yang mundur dari komitmen sebelumnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Kelompok Bersenjata Ethiopia Bentuk Aliansi untuk Gulingkan Pemerintah
Tujuh kelompok bersenjata di Ethiopia membentuk aliansi baru dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan membangun pemerintahan transisi berbasis dialog nasional.
22 September 2026

LPRA Siap Jalankan Reforma Agraria di Bawah Kendali Presiden
Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA) bakal berdiri sebagai lembaga khusus di bawah Presiden untuk koordinasi nasional penyelesaian konflik pertanahan.
22 September 2026

Prabowo Bahas Inovasi Tekstil dan Sepatu di Rapat Terbatas
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Istana membahas pengembangan industri tekstil dan sepatu dengan fokus pada inovasi berbasis limbah dan teknologi cerdas.
22 September 2026

Media AS Boykot Liputan Gedung Putih Akibat Larangan Trump
Lima jaringan televisi utama Amerika Serikat memutuskan memboikot liputan langsung dari Gedung Putih sebagai protes atas pelarangan terhadap tiga media besar, termasuk CNN, yang dilarang masuk dan mengakibatkan acara resmi tanpa suara dan siaran langsung.
22 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Selasa, 22 September 2026, 15.31 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

