BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memutuskan menaikkan insentif premi bagi transaksi Swap Beli Lindung Nilai kepada BI, dengan peningkatan diskon dari 12,5% menjadi 15% untuk tenor tiga bulan. Untuk jangka waktu lebih panjang, diskon diperluas menjadi 20% bagi tenor enam bulan dan mencapai 25% untuk tenor 12 bulan, sebagai respons terhadap tekanan nilai tukar rupiah yang rentan terhadap volatilitas pasar global.
Langkah ini dilakukan guna memperkuat efektivitas kebijakan stabilisasi nilai tukar, terutama dalam menghadapi gejolak eksternal yang berdampak pada arus modal dan transaksi valuta asing. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa penyesuaian insentif bertujuan meningkatkan daya tarik instrumen ini bagi pelaku ekonomi, khususnya dalam pendanaan luar negeri yang mencakup portofolio inflows, pinjaman bank dari luar negeri, serta investasi asing langsung (FDI).
Sebelumnya, swap jual beli hanya berlaku untuk transaksi portofolio inflows, kini diperluas mencakup tiga komponen utama pendanaan luar negeri. Dengan perluasan cakupan ini, diharapkan partisipasi pasar dalam instrumen swap dapat meningkat, sehingga memperkuat cadangan devisa dan memitigasi risiko kenaikan nilai tukar rupiah secara mendadak.
Di samping itu, BI juga memperkuat insentif untuk transaksi valuta asing dalam mata uang lokal melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT) dengan mitra strategis. Premi Swap Beli Lindung Nilai dinaikkan 10%, sementara pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai juga ditingkatkan sebesar 10%. Langkah ini diharapkan mendorong diversifikasi transaksi valuta asing dan memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pajak senilai Rp576,4 triliun pada 2026 untuk mendorong konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi di sektor kunci.
23 September 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Proyeksi defisit anggaran 2026 naik menjadi 2,85% dari PDB akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan fiskal yang meningkat.
23 September 2026

Koleksi Uang 2022 Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diperbolehkan BI
Bank Indonesia memastikan uang kertas emisi 2022 dengan tanda tangan mantan pejabat tetap sah dan dapat digunakan, meski telah dikoleksi karena nilai numismatiknya.
23 September 2026

IHSG Lonjak 1,4% Didorong Sektor Konsumer dan Energi
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,4% ke level 6.364,99 akibat penguatan sektor konsumer, energi, dan material dasar, meski investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp335,8 miliar.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

KKI Capai 32.457 Penerbitan dalam Dua Bulan
Rabu, 23 September 2026, 17.54 WITA

