Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah

Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memutuskan menaikkan insentif premi bagi transaksi Swap Beli Lindung Nilai kepada BI, dengan peningkatan diskon dari 12,5% menjadi 15% untuk tenor tiga bulan. Untuk jangka waktu lebih panjang, diskon diperluas menjadi 20% bagi tenor enam bulan dan mencapai 25% untuk tenor 12 bulan, sebagai respons terhadap tekanan nilai tukar rupiah yang rentan terhadap volatilitas pasar global.

Langkah ini dilakukan guna memperkuat efektivitas kebijakan stabilisasi nilai tukar, terutama dalam menghadapi gejolak eksternal yang berdampak pada arus modal dan transaksi valuta asing. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa penyesuaian insentif bertujuan meningkatkan daya tarik instrumen ini bagi pelaku ekonomi, khususnya dalam pendanaan luar negeri yang mencakup portofolio inflows, pinjaman bank dari luar negeri, serta investasi asing langsung (FDI).

Sebelumnya, swap jual beli hanya berlaku untuk transaksi portofolio inflows, kini diperluas mencakup tiga komponen utama pendanaan luar negeri. Dengan perluasan cakupan ini, diharapkan partisipasi pasar dalam instrumen swap dapat meningkat, sehingga memperkuat cadangan devisa dan memitigasi risiko kenaikan nilai tukar rupiah secara mendadak.

Di samping itu, BI juga memperkuat insentif untuk transaksi valuta asing dalam mata uang lokal melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT) dengan mitra strategis. Premi Swap Beli Lindung Nilai dinaikkan 10%, sementara pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai juga ditingkatkan sebesar 10%. Langkah ini diharapkan mendorong diversifikasi transaksi valuta asing dan memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya