IHSG Lonjak 1,4% Didorong Sektor Konsumer dan Energi
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,4% ke level 6.364,99 akibat penguatan sektor konsumer, energi, dan material dasar, meski investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp335,8 miliar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan signifikan pada sesi kedua perdagangan hari ini, mencapai 1,40% atau naik 87,94 poin ke posisi 6.364,99 pada pukul 15.15 WIB. Kenaikan ini didorong oleh kinerja kuat dari sektor konsumer kritikal yang melonjak 4,15%, diikuti oleh sektor energi dengan kenaikan 3% dan sektor material dasar sebesar 2,7%. Penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen positif dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate, pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22–23 September 2026.
Beberapa emiten menjadi penopang utama kenaikan IHSG, termasuk PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA). Kenaikan harga saham mereka mencerminkan minat investor terhadap sektor pertambangan, perbankan, dan konsumer yang dianggap tetap menjanjikan dalam kondisi suku bunga stabil.
Meski indeks menguat, arus modal asing justru tercatat sebagai pihak yang menjual bersih sebesar Rp335,8 miliar di seluruh pasar selama sesi I. Nilai transaksi asing mencapai Rp3,95 triliun, dengan pembelian sebesar Rp1,81 triliun dan penjualan senilai Rp2,14 triliun. Penjualan terbesar terjadi pada emiten perbankan pelat merah, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai jual bersih mencapai Rp128,74 miliar, disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp69,39 miliar dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp64,85 miliar.
Keputusan BI untuk menahan BI Rate selama tiga pertemuan beruntun menunjukkan konsistensi kebijakan moneter dalam menekan tekanan inflasi tanpa menimbulkan dampak berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan proyeksi mayoritas institusi keuangan yang dipantau oleh CNBC Indonesia, yang memperkirakan stabilitas suku bunga pada level 5,75%. Dengan tetapnya suku bunga, stabilitas pasar keuangan diproyeksikan tetap terjaga meski ada tekanan dari arus modal asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pajak senilai Rp576,4 triliun pada 2026 untuk mendorong konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi di sektor kunci.
23 September 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Proyeksi defisit anggaran 2026 naik menjadi 2,85% dari PDB akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan fiskal yang meningkat.
23 September 2026

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
23 September 2026

Koleksi Uang 2022 Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diperbolehkan BI
Bank Indonesia memastikan uang kertas emisi 2022 dengan tanda tangan mantan pejabat tetap sah dan dapat digunakan, meski telah dikoleksi karena nilai numismatiknya.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

KKI Capai 32.457 Penerbitan dalam Dua Bulan
Rabu, 23 September 2026, 17.54 WITA

