Morgan Stanley Perluas Kepemilikan Saham GOTO
Morgan Stanley menambah kepemilikan saham GOTO sebanyak 400 juta lembar pada harga Rp27 per saham, total nilai transaksi Rp10,8 miliar, menaikkan kepemilikan hingga lebih dari 7% hak suara.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan investasi global, Morgan Stanley and Co International PLC, melakukan pembelian saham langsung terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan jumlah 400 juta lembar saham. Transaksi ini resmi tercatat dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berlangsung pada 18 September 2026, dengan harga per saham sebesar Rp27.
Nilai total transaksi mencapai Rp10,8 miliar, menunjukkan komitmen jangka panjang Morgan Stanley terhadap emiten yang berbasis di Indonesia. Pembelian dilakukan secara langsung tanpa melibatkan mekanisme repurchase agreement, menandakan transaksi murni sebagai investasi strategis.
Setelah transaksi, kepemilikan saham Morgan Stanley meningkat dari sebelumnya 80.539.349.984 unit menjadi 80.939.349.984 unit. Kenaikan ini secara signifikan meningkatkan pengaruhnya dalam struktur kepemilikan saham GOTO.
Peningkatan kepemilikan juga berdampak langsung pada hak suara, yang kini berada di atas angka 7%. Posisi ini menempatkan Morgan Stanley sebagai salah satu pemegang saham utama yang memiliki pengaruh dalam kebijakan perusahaan.
Kebijakan ini mencerminkan keyakinan investor internasional terhadap prospek bisnis GOTO, terlepas dari dinamika pasar modal yang terus berubah. Peningkatan kepemilikan oleh institusi besar seperti Morgan Stanley juga menjadi indikator stabilitas dan potensi pertumbuhan emiten di tengah tantangan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pajak senilai Rp576,4 triliun pada 2026 untuk mendorong konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi di sektor kunci.
23 September 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Proyeksi defisit anggaran 2026 naik menjadi 2,85% dari PDB akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan fiskal yang meningkat.
23 September 2026

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
23 September 2026

Koleksi Uang 2022 Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diperbolehkan BI
Bank Indonesia memastikan uang kertas emisi 2022 dengan tanda tangan mantan pejabat tetap sah dan dapat digunakan, meski telah dikoleksi karena nilai numismatiknya.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

IHSG Lonjak 1,4% Didorong Sektor Konsumer dan Energi
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

