Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Pulih ke Rp17.818 per Dolar AS di Akhir Sesi

Rupiah menguat 0,37 persen ke level Rp17.818 per dolar AS pada sore hari, didorong intervensi BI dan penyesuaian posisi pasar pasca-RDG.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Pulih ke Rp17.818 per Dolar AS di Akhir Sesi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore hari, Rabu (23/9), berada di posisi Rp17.818 per dolar AS, menunjukkan penguatan sebesar 66 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi meskipun pergerakan mata uang Asia secara umum beragam, dengan sejumlah negara seperti Filipina dan Hong Kong mencatatkan kenaikan dan stagnasi, sementara China, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan mengalami depresiasi.

Di pasar global, mayoritas mata uang negara maju juga melemah terhadap dolar AS, termasuk euro, poundsterling, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss, yang masing-masing turun antara 0,22 hingga 0,41 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap dolar AS secara luas, namun rupiah tetap menjadi salah satu yang menunjukkan pergerakan positif dalam konteks regional.

Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah hari ini terjadi sebagai respons terhadap pergerakan sebelumnya yang cenderung melemah dalam beberapa sesi terakhir. Ia menilai bahwa kenaikan nilai tukar mata uang Garuda lebih didorong oleh intervensi Bank Indonesia dan aksi penutupan posisi dolar oleh pelaku pasar setelah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tidak mengejutkan pasar.

Menurut Lukman, pergerakan tersebut menggambarkan pola "buy the rumor, sell the fact", di mana pasar sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga atau kebijakan ketat, namun setelah hasil rapat dikeluarkan tanpa perubahan signifikan, pelaku pasar mulai menjual dolar dan membeli rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter BI tetap menjadi faktor penentu stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya