Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Akses Pasar Jadi Penghambat Utama Perluasan UMKM

Menteri UMKM menekankan akses pasar sebagai tantangan utama, menyoroti dampak produk impor ilegal yang merusak daya saing usaha lokal meski dukungan permodalan dan perizinan telah diperkuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Akses Pasar Jadi Penghambat Utama Perluasan UMKM📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air menghadapi hambatan krusial di ranah pemasaran, menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Ia menyatakan bahwa meski proses sertifikasi, perizinan, dan pembiayaan telah diperbaiki secara bertahap, produk UMKM sering kali gagal menembus pasar domestik karena minimnya daya serap konsumen. Hal ini menjadi penghambat utama keberlanjutan usaha, bahkan setelah pelaku usaha mendapatkan dukungan dana.

Menurutnya, ketidakmampuan menjual produk menjadi ancaman nyata, terlepas dari bantuan pembiayaan yang telah diberikan. Banyak pelaku usaha yang bangkrut bukan karena kurang modal, melainkan karena barang yang dihasilkan tidak diminati pasar. Dalam konteks ini, akses pasar dianggap sebagai titik kritis yang perlu ditangani secara strategis agar stimulus pemerintah benar-benar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Salah satu faktor utama yang mengganggu keseimbangan pasar adalah masuknya produk impor, termasuk barang ilegal yang masuk secara sembunyi-sembunyi. Maman menekankan bahwa produk-produk tersebut justru merusak persaingan sehat di dalam negeri, sehingga menekan peluang produk lokal untuk bersaing. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud menutup akses pasar dari luar, tetapi justru ingin memperketat pengawasan terhadap barang ilegal agar pasar domestik bisa lebih terlindungi.

Upaya peningkatan perlindungan pasar telah dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, khususnya terhadap sektor yang rentan seperti tekstil dan garmen. Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk UMKM agar tidak hanya bertahan di pasar dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global. Dengan demikian, perlindungan pasar dan peningkatan kapasitas produksi harus berjalan beriringan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya