Cabai di Makassar Tembus Rp85 Ribu per Kg, TPID Gerak Cepat
Harga cabai di pasar tradisional Makassar melonjak hingga Rp85 ribu per kilogram, memicu langkah cepat TPID melalui operasi pasar untuk menstabilkan pasokan dan harga.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Makassar kembali mencatat rekor tinggi, menembus angka Rp85 ribu per kilogram. Kenaikan ini teramati di dua lokasi utama, Pasar Terong dan Pasar Pa'baeng-baeng, yang menjadi pusat pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kenaikan tersebut jauh melampaui level normal, di mana sebelumnya harga cabai rawit hanya berkisar Rp50 ribu per kg.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, menyatakan kenaikan harga dipicu oleh penurunan produksi akibat kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan yang merata di wilayah sentra produksi. Harga cabai dari petani sendiri telah mencapai kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kg, menunjukkan tekanan biaya di hulu rantai pasok.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, hingga pekan ketiga September, cabai menjadi salah satu komoditas pangan paling volatil, dengan kenaikan harga terjadi secara luas di berbagai wilayah. Aryanto, Kepala BPS Sulsel, menekankan bahwa fluktuasi harga cabai sangat dipengaruhi oleh faktor alam, yang dapat menyebabkan lonjakan tajam dalam waktu singkat.
Untuk menanggulangi dampaknya, TPID segera menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga di tingkat konsumen. Sementara itu, komoditas pangan lain yang dikendalikan pemerintah seperti beras dan minyak goreng tetap terjaga stabilitas harganya, menunjukkan efektivitas kebijakan distribusi strategis di tengah tekanan inflasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pajak senilai Rp576,4 triliun pada 2026 untuk mendorong konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi di sektor kunci.
23 September 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Proyeksi defisit anggaran 2026 naik menjadi 2,85% dari PDB akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan fiskal yang meningkat.
23 September 2026

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
23 September 2026

Koleksi Uang 2022 Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diperbolehkan BI
Bank Indonesia memastikan uang kertas emisi 2022 dengan tanda tangan mantan pejabat tetap sah dan dapat digunakan, meski telah dikoleksi karena nilai numismatiknya.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

IHSG Lonjak 1,4% Didorong Sektor Konsumer dan Energi
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

