Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Perketat Regulasi IPO Robot Humanoid

Otoritas China mulai menahan prospek IPO perusahaan robot humanoid untuk menilai keberlanjutan pendapatan dan memastikan tidak terjadi euforia pasar berlebihan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
China Perketat Regulasi IPO Robot Humanoid📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China kini memperketat pengawasan terhadap rencana initial public offering (IPO) perusahaan robot humanoid, menandai langkah konservatif dalam menangani gelombang investasi yang melonjak di sektor ini. Meskipun industri kecerdasan buatan berbasis fisik tetap menjadi prioritas strategis, regulator mulai mengevaluasi kelayakan finansial dan ketergantungan pendapatan yang didukung oleh proyek pemerintah daerah. Langkah ini muncul setelah saham Unitree Robotics, salah satu pemain utama, melonjak lima kali lipat sebelum akhirnya anjlok 55 persen dari puncaknya pasca-debut di bursa Shanghai.

Beberapa sumber menyebut bahwa China Securities Regulatory Commission (CSRC) telah memberikan arahan informal kepada lembaga keuangan untuk menaikkan standar persetujuan IPO di sektor robot humanoid. Meski tidak ada larangan formal, proses penawaran saham untuk perusahaan-perusahaan tersebut dikabarkan mengalami perlambatan signifikan. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menghindari gelembung spekulatif tanpa menghambat inovasi teknologi yang telah dianggarkan sebagai bagian dari agenda nasional.

Keprihatinan utama regulator terletak pada sumber pendapatan yang didominasi proyek pemerintah daerah. Sejumlah startup berhasil meraih valuasi tinggi hanya dalam hitungan minggu, bahkan tanpa melalui audit atau penilaian risiko konvensional. Namun, data menunjukkan bahwa 80 hingga 90 persen investasi awal berasal dari dukungan pemerintah daerah, sehingga memunculkan pertanyaan apakah pendapatan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan permintaan pasar yang mandiri atau hanya bergantung pada dukungan anggaran publik.

Jika pendapatan dari pusat pengumpulan data dan joint venture dikecualikan, valuasi beberapa perusahaan diperkirakan bisa turun hingga 60 hingga 70 persen. Ini menjadi dasar bagi regulator untuk menilai kualitas pendapatan dan memastikan bahwa keberhasilan perusahaan bukan sekadar hasil dari suntikan dana pemerintah semata. Saat ini, setidaknya enam perusahaan robot humanoid, termasuk Deep Robotics, X Square Robot, dan AGIBOT, sedang dalam tahap persiapan IPO, tetapi belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan regulasi terkini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya