IHSG Melonjak 1,56% ke Level 6.374 di Penutupan Rabu
Indeks saham utama Indonesia menguat signifikan, ditutup di 6.374 setelah naik 97,86 poin atau 1,56% pada perdagangan sore hari.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini di posisi 6.374, menguat 97,86 poin atau 1,56% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang cukup tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,89 triliun dan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 36,79 miliar lembar. Pergerakan positif ini menunjukkan kembali kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 448 saham menguat, 186 saham mengalami koreksi, sementara 159 saham bergerak datar. Kenaikan indeks didukung oleh dominasi sektor-sektor yang menunjukkan performa kuat, dengan sektor barang baku menjadi pemimpin penguatan sebesar 3,44%. Hanya sektor kesehatan yang berada di zona merah, turun 0,54% dari hari sebelumnya.
Secara regional, pasar saham Asia menunjukkan tren bervariasi, dengan kebanyakan bursa bergerak merosot. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 1,01%, sementara indeks Shanghai Composite turun 0,39%. Di Singapura, indeks Straits Times terpantau turun 0,07%. Namun, pasar Jepang menunjukkan keunggulan dengan indeks Nikkei 225 naik 1,38%. Di Eropa, pergerakan bursa cenderung beragam, dengan DAX Jerman melemah 0,32% dan FTSE 100 Inggris menguat 0,18%.
Di kawasan Amerika Serikat, pasar saham juga bergerak secara bervariasi. Indeks NASDAQ Composite menguat 0,45%, sementara indeks Dow Jones turun 0,36%. Sementara itu, indeks S&P 500 berada pada level stabil, tidak mengalami perubahan signifikan dari penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian global yang masih memengaruhi sentimen pasar secara luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pajak senilai Rp576,4 triliun pada 2026 untuk mendorong konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi di sektor kunci.
23 September 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Meningkat Jadi 2,85% dari PDB
Proyeksi defisit anggaran 2026 naik menjadi 2,85% dari PDB akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan fiskal yang meningkat.
23 September 2026

BI Perkuat Insentif Swap Lindung Nilai untuk Stabilkan Rupiah
Bank Indonesia tingkatkan diskon premi swap lindung nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
23 September 2026

Koleksi Uang 2022 Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diperbolehkan BI
Bank Indonesia memastikan uang kertas emisi 2022 dengan tanda tangan mantan pejabat tetap sah dan dapat digunakan, meski telah dikoleksi karena nilai numismatiknya.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

IHSG Lonjak 1,4% Didorong Sektor Konsumer dan Energi
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

