Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ragunan Pertimbangkan Kenaikan Tiket ke Rp10 Ribu

Pemprov DKI Jakarta kaji kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan dari Rp4 ribu menjadi Rp10 ribu demi menyesuaikan biaya perawatan dan lonjakan kunjungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ragunan Pertimbangkan Kenaikan Tiket ke Rp10 Ribu📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mempertimbangkan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan, yang saat ini berada pada level Rp4 ribu untuk dewasa dan Rp3 ribu untuk anak-anak. Usulan kenaikan hingga mencapai Rp10 ribu per orang tengah dipelajari, dengan pertimbangan utama terkait meningkatnya biaya operasional perawatan fauna dan flora di lokasi tersebut. Gubernur DKI, Pramono Anung, menyatakan bahwa keputusan akhir akan segera diambil dalam waktu dekat.

Ragunan, yang dikenal sebagai kebun binatang di ibu kota dengan tarif terendah di dunia, menjadi sorotan karena kesenjangan antara harga tiket yang rendah dan beban operasional yang tinggi. Pramono menegaskan bahwa penyesuaian tarif bukanlah keputusan sepihak, melainkan respons terhadap dinamika kebutuhan keberlanjutan institusi. Ia menekankan bahwa kenaikan harga bertujuan untuk menjaga kualitas fasilitas dan kesejahteraan satwa.

Peningkatan kunjungan, terutama sejak diberlakukannya jam operasional malam hari, turut menjadi pertimbangan penting. Dengan jumlah pengunjung yang terus meroket, beban pemeliharaan hewan dan infrastruktur turut meningkat signifikan. Pengelola Ragunan dan berbagai kelompok masyarakat telah menyampaikan dukungan terhadap kenaikan tarif sebagai upaya menjaga keberlangsungan jangka panjang.

Pihak pemprov menegaskan bahwa kenaikan harga tidak bertujuan menekan akses publik, melainkan memastikan keberlanjutan layanan. Penyesuaian tarif akan dilakukan secara bertahap dan berimbang, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat. Tujuannya adalah menjaga kualitas konservasi dan pengalaman pengunjung tanpa mengorbankan kesejahteraan satwa yang menjadi fokus utama Ragunan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya