Jepang Capai Rekor 107.677 Warga Usia 100 Tahun Lebih
Jepang mencatatkan jumlah penduduk usia 100 tahun ke atas melebihi 100 ribu untuk pertama kalinya, didorong gaya hidup sehat dan kemajuan medis, namun dihadapkan pada krisis demografi akibat kelahiran rendah dan populasi menua.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Jumlah warga Jepang yang berusia 100 tahun ke atas kini melampaui angka 100 ribu, menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan. Angka terbaru menunjukkan 107.677 individu memasuki rentang usia tersebut, menjadikan Jepang negara dengan populasi lansia berusia seratus tahun terbanyak di dunia. Perkembangan ini mencerminkan kemajuan signifikan sejak pertama kali pemerintah mencatatkan orang tua di atas usia seratus tahun pada 1963, saat hanya tercatat 153 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 88 persen adalah perempuan, menunjukkan dominasi gender dalam kelompok usia lanjut. Perempuan tertua yang tercatat adalah Kishimoto Fuyo, warga Kyoto yang kini berusia 114 tahun. Sementara laki-laki tertua adalah Kato Hikaru, berusia 112 tahun, tinggal di Kumamoto. Menteri Kesehatan Jepang, Kenichiro Ueno, menyambut pencapaian ini sebagai bukti keberhasilan sistem kesehatan dan gaya hidup yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.
Pola makan tradisional Jepang, yang kaya akan ikan, sayuran, dan nasi, serta gaya hidup aktif melalui berjalan kaki, bersepeda, dan penggunaan transportasi umum, dianggap sebagai faktor kunci dalam memperpanjang usia. Berbagai inovasi teknologi juga mulai muncul, seperti alat bantu gerak listrik dan kacamata yang menyesuaikan fokus otomatis, untuk mendukung mobilitas lansia.
Namun di tengah pencapaian tersebut, Jepang menghadapi tantangan serius: penurunan tingkat kelahiran yang mencapai rekor terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,14 pada 2025. Proyeksi menunjukkan populasi akan menyusut hingga 87 juta jiwa pada 2070, turun dari puncak 128 juta pada 2008. Hingga kini, 30 persen penduduk berusia 65 tahun ke atas, dan diperkirakan akan mencapai hampir 40 persen dalam empat dekade ke depan.
Pemerintah menyebut kondisi ini sebagai krisis eksistensial, dengan Perdana Menteri Sanae Takichi menyebutnya sebagai ancaman yang muncul secara diam-diam. Meski telah menerapkan berbagai insentif dan program subsidi untuk mendorong kelahiran, hasilnya belum menunjukkan perbaikan signifikan. Alasan kompleks seperti pernikahan yang semakin rendah, biaya pengasuhan anak yang tinggi, serta keberhasilan perempuan dalam dunia kerja menjadi tantangan utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sebanyak 45 negara menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketahanan daya tarik kelompok ekonomi berkembang meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
19 September 2026

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 7 hingga 8 September 2026 sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
19 September 2026

KKP Tetapkan 683 Ribu Hektare di Maluku sebagai Kawasan Konservasi
Pemerintah resmi menetapkan kawasan laut Teon, Nila, dan Serua seluas 683.826,89 hektare sebagai kawasan konservasi untuk perlindungan ekosistem dan dukung target 30 persen perlindungan laut hingga 2045.
19 September 2026

Mojokerto Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Terbaik
Kota Mojokerto meraih penghargaan terbaik nasional dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, didukung komitmen tinggi dan anggaran prioritas yang memastikan 97,31 persen warganya tercakup jaminan kesehatan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1,19 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 09.30 WITA

Indonesia Masuk 25 Besar Pertumbuhan PDB Per Kapita Global
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

Luhut Bahas Utang Whoosh dalam Pertemuan dengan Pejabat China
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

KNEKS Sosialisasikan Ekosistem Ekonomi Syariah di Forum Australia
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

General Sale Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Dimulai Hari Ini
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Ed Sheeran Dihadapkan Krisis Reputasi Akibat Pemecatan Artis Pendukung
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

