KNEKS Sosialisasikan Ekosistem Ekonomi Syariah di Forum Australia
Direktur KNEKS memaparkan perkembangan ekonomi syariah Indonesia dalam konferensi internasional di Australia, menekankan pentingnya koordinasi kebijakan untuk pemerataan manfaat ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pertemuan Indonesia Update 2026 yang digelar oleh Indonesia Project di The Australian National University, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menjadi salah satu pembicara utama. Forum yang berlangsung pada 18–19 September 2026 mengusung tema "Islamic Diversity in Indonesia", dan menjadi wadah diskusi strategis tentang dinamika keberagaman Islam di tengah transformasi ekonomi dan sosial.
Dalam sesi Institutions, Sutan Emir memaparkan kajian ilmiah berjudul "The Indonesian Path of Islamic Economy and Finance: Contested Governance and Uneven Implementation", hasil kolaborasi bersama Adelina Zuleika, Ishmah Qurratu'ain, dan Ryanda Al Fathan. Kajian ini menyajikan analisis mendalam mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia melalui lensa ekosistem, mencakup sektor keuangan komersial dan sosial, industri halal, regulasi, tata kelola, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Presentasi menyoroti tantangan dalam penerapan kebijakan yang belum merata dan tata kelola yang masih terfragmentasi di berbagai wilayah. Dengan pendekatan berbasis ekosistem, kajian menekankan perlunya integrasi antar sektor dan peningkatan koordinasi antar lembaga untuk memastikan ekonomi syariah berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tujuan utama dari paparan ini adalah mendorong kebijakan yang lebih terpadu dan inklusif, agar manfaat ekonomi syariah tidak hanya dinikmati sebagian kelompok, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. KNEKS menilai bahwa penguatan ekosistem secara menyeluruh menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi syariah di tingkat regional dan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1,19 Triliun
Pertamina berhasil menjadi perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025, menempati posisi pertama dalam daftar Fortune Indonesia 100 2026.
20 September 2026

Indonesia Masuk 25 Besar Pertumbuhan PDB Per Kapita Global
Pertumbuhan PDB per kapita riil Indonesia mencapai 210 persen dari 1990 hingga 2025, menempatkan negara di posisi ke-24 dunia berdasarkan data Bank Dunia.
20 September 2026

China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro
Industri drama mikro China mencatatkan pertumbuhan spektakuler dengan pendapatan Rp264,37 triliun dan pengguna mencapai 800 juta orang hingga delapan bulan pertama 2026.
20 September 2026

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Realisasi pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,2 triliun hingga akhir Agustus 2026, sebagian besar dari utang dalam negeri.
19 September 2026
Berita Lainnya

Luhut Bahas Utang Whoosh dalam Pertemuan dengan Pejabat China
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

General Sale Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Dimulai Hari Ini
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

Jepang Capai Rekor 107.677 Warga Usia 100 Tahun Lebih
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Ed Sheeran Dihadapkan Krisis Reputasi Akibat Pemecatan Artis Pendukung
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Santri dan Rekaman: Perlawanan Melawan Kebisingan Pelecehan di Pesantren
Minggu, 20 September 2026, 09.00 WITA
Cek Kesehatan Gratis Capai Target Nasional di Sulawesi Tenggara
Minggu, 20 September 2026, 09.00 WITA

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

