Santri dan Rekaman: Perlawanan Melawan Kebisingan Pelecehan di Pesantren
Mantan santri dan santriwati di Lombok membongkar dugaan pelecehan seksual oleh pendiri pesantren melalui rekaman, dokumen, dan kesaksian yang dibungkus oleh intimidasi dan ancaman kehilangan berkah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang mantan santri dari pesantren di Lombok Tengah, Moch Yusron Azzahidi, mengungkap perjalanan panjang melawan kebisuan yang telah lama menghantui lingkungan pondok. Ia mulai meragukan kredibilitas sosok yang selama ini dihormati sebagai 'abah' setelah mendengar kisah dari teman sejawatnya, Ziadatur Rahmah, yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh pendiri pesantren itu. Dari narasi yang berulang, Yusron menyadari bahwa dugaan pelecehan bukan sekadar kejadian tunggal, melainkan pola yang berlangsung secara sistematis dan dibungkam oleh budaya takut dan ketaatan buta.
Pada Juni 2023, Yusron merekam percakapan telepon dengan sang guru yang menyerukan agar ia menutup mulut terhadap tuduhan yang dilontarkan oleh mantan santri lain. Dalam rekaman itu, sang abah mengancam akan menghancurkan pesantren dan mengaku siap masuk penjara jika dokumen kesaksian itu diteruskan. Ia juga memohon dengan suara gemetar agar tuduhan itu disebut sebagai hasil dari "anak-anak yang dipecat". Di tengah ancaman itu, muncul tawaran menarik: bila Yusron menarik kesaksian, abah siap membiayai studi ke Mesir—impian bagi banyak santri. Namun, bagi Yusron, pilihan itu bukan soal pendidikan, melainkan soal kebenaran dan keadilan.
Dalam upaya mengumpulkan bukti, Yusron bersama dua mantan santri lain, Wanda Hamidah dan Mahima Eka Supianingsih, membentuk grup komunikasi untuk menghimpun kesaksian. Dari sana muncul lima perempuan yang menyatakan pengalaman pelecehan oleh sang abah, termasuk kasus yang terjadi pada malam tahun baru ketika korban, Sukmawati Rohana Fajar, mengalami upaya pemerkosaan dan berhasil melarikan diri setelah menendang abah dan menemukan kunci yang disembunyikan. Cerita lain menyebutkan santriwati menangis di kamar mandi, sementara abah terlihat memburu dengan wajah berkeringat, menunjukkan ketegangan dan kecemasan yang justru menguatkan dugaan kejahatan.
Semua kesaksian kemudian dirangkum dalam dokumen tujuh halaman yang menjadi bukti utama dalam upaya membongkar budaya bungkam yang melindungi pelaku di lingkungan pesantren. Mereka sadar bahwa menuntut keadilan berarti menantang otoritas yang selama ini dianggap suci. Namun, di tengah tekanan, ancaman, dan godaan materi, mereka tetap memilih jalan yang berdasarkan prinsip: bahwa kebenaran harus diungkap, meskipun itu menghancurkan simbol yang selama ini mereka junjung tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Pengadilan Tipikor mengungkap aliran dana dan alokasi kuota yang diduga melanggar aturan, dengan terdakwa Yaqut Cholil Qoumas dan empat pihak lainnya disebut merugikan negara hingga Rp622 miliar.
19 September 2026
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Seorang warga Minnesota divonis satu tahun dua bulan penjara karena menyemprotkan cuka ke anggota DPR AS Ilhan Omar saat pidato, dengan alasan ketidaksetujuan terhadap pandangan politiknya.
19 September 2026

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Seorang remaja perempuan asal Gansu diselamatkan setelah dibawa kabur orang tuanya untuk dipaksa menikah, mengungkap sistem kekerasan gender yang masih merajalela di China.
19 September 2026

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Insiden penembakan di SMA Nasional Banga, Cotabato Selatan, menewaskan tiga remaja dan melukai lima lainnya, dengan pelaku diduga tewas bunuh diri setelah melakukan aksi.
19 September 2026
Berita Lainnya

Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1,19 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 09.30 WITA

Indonesia Masuk 25 Besar Pertumbuhan PDB Per Kapita Global
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

Luhut Bahas Utang Whoosh dalam Pertemuan dengan Pejabat China
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

KNEKS Sosialisasikan Ekosistem Ekonomi Syariah di Forum Australia
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

General Sale Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Dimulai Hari Ini
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

Jepang Capai Rekor 107.677 Warga Usia 100 Tahun Lebih
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

