Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan

Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte tampil langsung dalam sidang pertama di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, menandai perubahan penting dalam proses hukum atas dugaan kejahatan kemanusiaan selama masa kepresidenannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rodrigo Duterte, mantan pemimpin Filipina yang kini ditahan di Den Haag sejak Maret 2025, hadir secara fisik dalam sidang status di Mahkamah Pidana Internasional (ICC), pertama kalinya sejak penangkapannya di Manila. Ia mengenakan setelan jas gelap dan kemeja putih, tampil dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu, setelah sebelumnya hanya mengikuti proses hukum melalui konferensi video. Kehadirannya menjadi momen krusial dalam kasus yang menyangkut perang melawan narkoba yang digelar antara 2016 hingga 2022, yang menewaskan puluhan ribu orang tanpa proses hukum yang sah.

Pihak pengacara Duterte, Peter Haynes, mengajukan permohonan bahwa kliennya mengalami gangguan kognitif serius, termasuk kehilangan daya ingat dan kesulitan berkomunikasi, sehingga tidak layak diadili secara mental. Namun, jaksa penuntut menolak klaim tersebut. Hakim kini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis oleh tiga dokter spesialis untuk menentukan kelayakan proses hukum. Menurut sumber yang dikutip AFP, laporan medis menunjukkan bahwa Duterte mengira dirinya masih hidup pada 2007, salah mengira usianya mencapai 84 atau 85 tahun, serta tidak mengenali tokoh publik seperti Donald Trump.

Sidang perdana kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 30 November mendatang. Sementara itu, keluarga korban dari kampanye antinarkoba Duterte menyaksikan jalannya persidangan secara daring dari Manila. Llore Pasco, yang kehilangan dua putranya, menyampaikan rasa lega atas kehadiran Duterte dalam sidang, bahkan menyebutnya tampak lebih sehat dan bertambah berat badan. Randy Delos Santos, yang kehilangan keponakannya pada 2017, berharap kondisi fisiknya yang masih stabil dapat mempercepat proses hukum.

Duterte, yang pernah menjabat sebagai wali kota Davao sejak 2011, kini menjadi sorotan global atas kebijakan represif yang diterapkan selama masa pemerintahannya. Ia sempat mengakui menderita myasthenia gravis, penyakit autoimun yang memengaruhi saraf dan otot, sejak 2019. Di sisi lain, dinamika politik dalam keluarganya kini menjadi perhatian, terutama dengan ketegangan antara putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Pertarungan politik internal ini turut memengaruhi proses penegakan hukum terhadap sang ayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya