Duterte Hadir Langsung di ICC Setelah Ditetapkan Tahanan
Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte tampil langsung dalam sidang pertama di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, menandai perubahan penting dalam proses hukum atas dugaan kejahatan kemanusiaan selama masa kepresidenannya.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Rodrigo Duterte, mantan pemimpin Filipina yang kini ditahan di Den Haag sejak Maret 2025, hadir secara fisik dalam sidang status di Mahkamah Pidana Internasional (ICC), pertama kalinya sejak penangkapannya di Manila. Ia mengenakan setelan jas gelap dan kemeja putih, tampil dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu, setelah sebelumnya hanya mengikuti proses hukum melalui konferensi video. Kehadirannya menjadi momen krusial dalam kasus yang menyangkut perang melawan narkoba yang digelar antara 2016 hingga 2022, yang menewaskan puluhan ribu orang tanpa proses hukum yang sah.
Pihak pengacara Duterte, Peter Haynes, mengajukan permohonan bahwa kliennya mengalami gangguan kognitif serius, termasuk kehilangan daya ingat dan kesulitan berkomunikasi, sehingga tidak layak diadili secara mental. Namun, jaksa penuntut menolak klaim tersebut. Hakim kini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis oleh tiga dokter spesialis untuk menentukan kelayakan proses hukum. Menurut sumber yang dikutip AFP, laporan medis menunjukkan bahwa Duterte mengira dirinya masih hidup pada 2007, salah mengira usianya mencapai 84 atau 85 tahun, serta tidak mengenali tokoh publik seperti Donald Trump.
Sidang perdana kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 30 November mendatang. Sementara itu, keluarga korban dari kampanye antinarkoba Duterte menyaksikan jalannya persidangan secara daring dari Manila. Llore Pasco, yang kehilangan dua putranya, menyampaikan rasa lega atas kehadiran Duterte dalam sidang, bahkan menyebutnya tampak lebih sehat dan bertambah berat badan. Randy Delos Santos, yang kehilangan keponakannya pada 2017, berharap kondisi fisiknya yang masih stabil dapat mempercepat proses hukum.
Duterte, yang pernah menjabat sebagai wali kota Davao sejak 2011, kini menjadi sorotan global atas kebijakan represif yang diterapkan selama masa pemerintahannya. Ia sempat mengakui menderita myasthenia gravis, penyakit autoimun yang memengaruhi saraf dan otot, sejak 2019. Di sisi lain, dinamika politik dalam keluarganya kini menjadi perhatian, terutama dengan ketegangan antara putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Pertarungan politik internal ini turut memengaruhi proses penegakan hukum terhadap sang ayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Uni Eropa mengecam keputusan AS menolak visa bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan delegasi, menekankan pentingnya partisipasi penuh Palestina dalam Sidang Umum PBB.
19 September 2026

Serangan Bom di Kompleks Kepolisian Kohat Tewaskan 27 Orang
Serangan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan 57 lainnya terluka akibat ledakan dan baku tembak.
19 September 2026

Pengadilan Thailand Minta Darurat Bencana untuk Atasi Ikan Nila Invasif
Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand memerintahkan penanganan darurat terhadap ikan nila dagu hitam yang merusak ekosistem dan mata pencaharian di Samut Songkhram.
19 September 2026

Prabowo Targetkan Penutupan 750 BUMN untuk Hemat Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penutupan 750 BUMN hingga 2026 sebagai langkah efisiensi, dengan pencapaian awal penutupan 328 perusahaan yang telah menghemat Rp50 triliun.
19 September 2026
Berita Lainnya

Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1,19 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 09.30 WITA

Indonesia Masuk 25 Besar Pertumbuhan PDB Per Kapita Global
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

Luhut Bahas Utang Whoosh dalam Pertemuan dengan Pejabat China
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

KNEKS Sosialisasikan Ekosistem Ekonomi Syariah di Forum Australia
Minggu, 20 September 2026, 09.29 WITA

China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

General Sale Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Dimulai Hari Ini
Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA

Jepang Capai Rekor 107.677 Warga Usia 100 Tahun Lebih
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

Ed Sheeran Dihadapkan Krisis Reputasi Akibat Pemecatan Artis Pendukung
Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA

