Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Dihadapkan Krisis Reputasi Akibat Pemecatan Artis Pendukung

Keputusan Ed Sheeran mencoret Macklemore dari tur AS menyulut kontroversi luas atas narasi keberpihakan dan komitmen kemanusiaan dalam dunia musik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Ed Sheeran Dihadapkan Krisis Reputasi Akibat Pemecatan Artis Pendukung📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ed Sheeran, penyanyi asal Inggris yang telah meraih sukses global dengan lebih dari 120 juta rekaman terjual, kini berada di tengah krisis terbesar dalam karier profesionalnya. Keputusan untuk menarik Macklemore dari daftar artis pendukung tur Amerika Serikat menandai pergeseran tajam dalam citra publik yang selama ini dibangun: sebagai sosok yang netral, inklusif, dan menjauhkan musik dari politik. Pemecatan ini muncul setelah Macklemore menyampaikan pernyataan dukungan terhadap warga Palestina dalam dua pertunjukan awal, termasuk penggunaan foto kehancuran di Gaza dan pernyataan tentang genosida.

Dalam pernyataan resminya, Sheeran menyatakan bahwa keputusan pencoretan dilakukan atas desakan promotor dan pemilik stadion, bukan atas inisiatif pribadinya. Ia menegaskan bahwa tujuannya selalu membangun ruang pertunjukan yang aman bagi semua penonton, termasuk anak-anak dari berbagai latar belakang. Sheeran menekankan bahwa ia tidak menolak kepedulian terhadap konflik Israel-Palestina, melainkan memilih untuk tidak memanfaatkan panggung musik sebagai media politik, demi menjaga keseimbangan antarpenonton.

Namun, narasi tersebut mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai ketidakberpihakan Sheeran justru melemahkan posisinya sebagai tokoh yang mengklaim peduli pada kemanusiaan. Kritikus menyoroti bahwa Sheeran pernah mengenakan kaus dukungan untuk korban kebakaran Grenfell dan turut serta dalam konser solidaritas Ukraina, menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya menjauh dari isu-isu sosial. Pertanyaan pun muncul mengenai keterkaitan Sheeran dengan Robert Kraft, pengusaha kaya yang dikaitkan dengan tekanan terhadap tur, setelah ia tampil dalam pernikahan sang pengusaha pada 2022.

Beberapa tokoh musik menyebut tindakan Sheeran sebagai sikap menyerah terhadap tekanan. Jurnalis musik Jeffrey Ingold menilai bahwa sebagai artis dengan pengaruh besar, Sheeran seharusnya menolak tawaran pertunjukan jika tidak bisa menampilkan seluruh artis pendukung, atau mencari tempat alternatif. Menurutnya, menghindar dari konflik bukanlah solusi, terutama ketika keputusan itu berdampak langsung pada keselamatan dan hak ekspresi seniman. Kritik ini menggambarkan pergeseran dalam harapan publik terhadap artis global: di tengah krisis kemanusiaan, netralitas dipandang sebagai bentuk ketidakpedulian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya