Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro

Industri drama mikro China mencatatkan pertumbuhan spektakuler dengan pendapatan Rp264,37 triliun dan pengguna mencapai 800 juta orang hingga delapan bulan pertama 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 09.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
China Raih Rp264 Triliun dari 430 Ribu Drama Mikro📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan industri drama mikro di China mencatat rekor tahunan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan total nilai ekonomi mencapai lebih dari 100 miliar yuan, setara Rp264,37 triliun berdasarkan kurs 1 RMB = Rp2.643,74. Angka ini didorong oleh lonjakan jumlah pengguna yang menembus 800 juta orang, menunjukkan dominasi konten pendek berdurasi singkat dalam kebiasaan hiburan digital masyarakat Tiongkok.

Produksi drama mikro dalam periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 430 ribu judul, melonjak 13 kali lipat dibandingkan total produksi seluruh tahun 2025. Kebanyakan karya baru ini dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan, yang memungkinkan pembuatan konten dalam waktu singkat dengan biaya operasional minimal. Lebih dari 90 persen dari karya yang dirilis dalam kurun waktu tersebut dikembangkan secara otomatis melalui sistem AI, menggantikan metode produksi konvensional yang memerlukan syuting dan tim besar.

Perkembangan ini dianggap sebagai transformasi permanen dalam industri kreatif, sebagaimana disampaikan oleh sutradara Fu Weiwei yang menyamakan transisi ini dengan perubahan besar sebelumnya, seperti munculnya bioskop yang menggantikan teater atau digitalisasi media yang menggeser siaran televisi. Teknologi generasi video berbasis AI kini mampu mengurangi waktu pra-produksi dan menghilangkan kebutuhan lokasi syuting mahal, sehingga mempercepat putaran produksi secara signifikan.

Namun, pertumbuhan tak terkendali ini memicu perhatian dari otoritas penyiaran nasional. Direktur Departemen Manajemen Program Audio Visual Online NRTA, Wang Xiaoliang, menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas konten dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Pemerintah telah mewajibkan pelabelan transparan untuk karya yang dihasilkan AI serta mengatur izin penggunaan wajah dan suara digital. Sejauh ini, sekitar 68 ribu judul drama mikro telah dicabut karena melanggar aturan yang berlaku.

Di luar pasar domestik, pemerintah China memanfaatkan keberhasilan ini sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya global. Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), upaya akan diperkuat untuk memperluas penetrasi platform digital dan konten audio visual lokal ke pasar internasional secara terstruktur, dengan tujuan memperkuat pengaruh budaya Tiongkok di kancah global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya