Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp3,923 Triliun
Pemerintah melaporkan realisasi investasi nasional sebesar Rp3,923 triliun dalam dua tahun pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah melaporkan pencapaian realisasi investasi nasional mencapai Rp3,923 triliun selama dua tahun pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menjadi salah satu pilar utama dalam upaya memperkuat ekonomi dan memperluas kesempatan kerja di seluruh wilayah Indonesia. Angka ini merupakan hasil dari sinergi antara kebijakan perizinan yang lebih efisien, pendekatan hilirisasi, serta peningkatan iklim investasi yang kondusif.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi setelah Rapat Terbatas Tim Ekonomi di Istana Merdeka. Ia menegaskan bahwa aliran modal ini tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor riil, termasuk industri, pertanian, dan jasa. Dengan adanya investasi besar ini, sektor produktif di berbagai daerah mengalami peningkatan aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, disebutkan bahwa realisasi investasi telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang secara langsung. Angka ini menunjukkan efek multiplier yang signifikan dari kebijakan ekonomi terintegrasi, terutama dalam menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur. Pemerintah menekankan pentingnya kualitas investasi, bukan hanya jumlahnya, untuk memastikan keberlanjutan dan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Pola distribusi investasi juga menunjukkan pergeseran positif, di mana sebanyak 50,6 persen aliran modal mengalir ke daerah di luar Pulau Jawa. Angka ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan inklusif, dengan mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap wilayah pusat. Dengan pendekatan ini, daerah terpencil dan potensial memiliki akses yang lebih merata terhadap sumber daya dan peluang ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

