Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp3,923 Triliun

Pemerintah melaporkan realisasi investasi nasional sebesar Rp3,923 triliun dalam dua tahun pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp3,923 Triliun📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melaporkan pencapaian realisasi investasi nasional mencapai Rp3,923 triliun selama dua tahun pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menjadi salah satu pilar utama dalam upaya memperkuat ekonomi dan memperluas kesempatan kerja di seluruh wilayah Indonesia. Angka ini merupakan hasil dari sinergi antara kebijakan perizinan yang lebih efisien, pendekatan hilirisasi, serta peningkatan iklim investasi yang kondusif.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi setelah Rapat Terbatas Tim Ekonomi di Istana Merdeka. Ia menegaskan bahwa aliran modal ini tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor riil, termasuk industri, pertanian, dan jasa. Dengan adanya investasi besar ini, sektor produktif di berbagai daerah mengalami peningkatan aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, disebutkan bahwa realisasi investasi telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang secara langsung. Angka ini menunjukkan efek multiplier yang signifikan dari kebijakan ekonomi terintegrasi, terutama dalam menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur. Pemerintah menekankan pentingnya kualitas investasi, bukan hanya jumlahnya, untuk memastikan keberlanjutan dan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Pola distribusi investasi juga menunjukkan pergeseran positif, di mana sebanyak 50,6 persen aliran modal mengalir ke daerah di luar Pulau Jawa. Angka ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan inklusif, dengan mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap wilayah pusat. Dengan pendekatan ini, daerah terpencil dan potensial memiliki akses yang lebih merata terhadap sumber daya dan peluang ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya