Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekomendasi Saham Hari Ini: VKTR, INDY, hingga BFIN

Pasar saham Indonesia bergerak datar dengan tekanan dari investor asing, sementara emiten seperti ANTM, TOBA, dan HATM menunjukkan kinerja dan rencana strategis menonjol.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rekomendasi Saham Hari Ini: VKTR, INDY, hingga BFIN📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan Jumat (28/8/2026), menutup sesi di level 6.518,12 dengan penurunan minor sebesar 0,06%. Pergerakan pasar cenderung datar, didominasi oleh kenaikan saham-saham keuangan seperti BBCA yang naik 1,17% dan BBRI yang melonjak 1,27%. Sementara itu, sektor industrials menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,41%, disusul oleh saham BYAN yang melemah 2,83% dan TLKM yang turun 1,53%. Investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp442,38 miliar di pasar reguler dan Rp482,24 miliar secara keseluruhan, mencerminkan sentimen hati-hati terhadap kenaikan volatilitas.

Di tengah kondisi pasar yang stagnan, beberapa emiten menunjukkan kinerja solid. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada semester pertama 2026, meningkat dari Rp5,14 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp62,71 triliun dari sebelumnya Rp59,01 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen emas, yang menyumbang Rp50,39 triliun atau sekitar 80% dari total penjualan. Produksi bijih nikel mencapai 7,78 juta wet metric ton, dengan penjualan sebesar 6,77 juta wmt. Sementara itu, feronikel tercatat sebanyak 7.788 ton nikel (TNi), menunjukkan konsistensi produksi dalam sektor logam strategis.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat kemajuan signifikan dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Pada semester I-2026, pendapatan dari bisnis hijau mencapai 66,5% dari total pendapatan, melampaui kontribusi bisnis batu bara yang berada di 31,4%. Bisnis pengelolaan limbah menjadi pendorong utama, dengan pendapatan US$105,9 juta dan menyumbang 92% terhadap EBITDA. Perseroan menargetkan kapasitas pengumpulan limbah lebih dari 1 juta ton per tahun dan mempersiapkan belanja modal sekitar US$200 juta untuk ekspansi. Dalam sektor energi terbarukan, TOBA menetapkan target kapasitas lebih dari 500 megawatt pada 2030, serta membidik 500.000 kendaraan listrik melalui anak usahanya, Electrum.

Di sisi lain, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengumumkan rencana private placement dengan penerbitan maksimal 640 juta saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp500 per saham, setara 90,50% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa terakhir. Dana hasil penawaran diperkirakan mencapai Rp320 miliar, yang akan digunakan untuk belanja modal, penambahan armada kapal, dan pembayaran pinjaman bank. Setelah transaksi, total ekuitas HATM diperkirakan meningkat dari Rp1,61 triliun menjadi Rp1,93 triliun, sementara total aset diperkirakan naik menjadi Rp2,21 triliun. Dilusi kepemilikan pemegang saham eksisting diperkirakan maksimal 6,87%.

Aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan paling lambat akhir Desember 2026, setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Agustus 2026. Pelaksanaan penawaran dijadwalkan pada 4 September 2026, dengan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 7 September 2026. Di sisi teknikal, saham ANTM dinilai berpotensi menembus level Rp3.100, meski indikator stochastic menunjukkan bearish divergence yang perlu diwaspadai. Rekomendasi saham hari ini dari Mega Capital Sekuritas meliputi VKTR, INDY, BFIN, dan lainnya dengan target harga dan level stop loss yang disesuaikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya