Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham NICK Disuspensi, Perusahaan Jelaskan Kondisi Bisnis dan Kinerja

Saham NICK tetap disuspensi sejak 21 September 2026, sementara manajemen klarifikasi kinerja operasional dan alasan kenaikan harga saham kepada Bursa Efek Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Saham NICK Disuspensi, Perusahaan Jelaskan Kondisi Bisnis dan Kinerja📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdagangan saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) tetap tertunda sejak Senin, 21 September 2026, dengan status suspensi berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga kini. Penundaan perdagangan dilakukan sebagai respons atas kenaikan harga saham yang mencapai hampir 200% dalam periode tiga bulan terakhir, yang memicu kekhawatiran terhadap volatilitas pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menuntut keterangan lebih lanjut dari perseroan untuk menjamin transparansi dan perlindungan investor selama masa hambatan perdagangan.

Dalam jawaban resmi, manajemen Charnic Capital menjelaskan bahwa aktivitas usaha grup terbagi dalam tiga pilar utama: pengelolaan aset properti perkantoran, investasi portofolio saham di bursa, serta operasional tiga anak perusahaan. Di antaranya, PT Okansa Pacific fokus pada layanan penyewaan kendaraan listrik, menjadi salah satu prioritas strategis perusahaan di tahun 2026. Sementara itu, PT Energindo Nusantara berperan sebagai penyedia solusi energi listrik, dengan sejumlah perusahaan besar sebagai mitra utama.

Kenaikan harga saham, menurut manajemen, didorong oleh peningkatan aktivitas operasional dua anak perusahaan tersebut. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, tercatat kerugian investasi portofolio efek sebesar Rp33 miliar, namun disebutkan sebagai nilai mark to market yang belum direalisasi dan bersifat sementara. Pendapatan dari penjualan barang dan jasa mencapai Rp24,9 miliar, dengan beban pokok pendapatan Rp10,8 miliar, berasal dari konsolidasi hasil operasional Energindo Nusantara.

Perusahaan menegaskan tidak ada kontrak baru yang berdampak signifikan, tidak ada perkara hukum yang sedang berjalan, serta tidak ada informasi material yang belum diungkapkan kepada Bursa. Kinerja keuangan dinilai stabil, didukung rasio permodalan yang kuat dan arus kas konsisten dari dividen, sewa properti, serta anak usaha. Meski mengakui tekanan dari pelemahan IHSG akibat dinamika geopolitik dan perubahan kebijakan makro, manajemen optimistis aset blue chip dalam portofolio akan pulih dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya