Sarwendah Bantah Manipulasi Video Call, Tantang Uji Forensik
Sarwendah mengakui menyunting durasi video call yang viral, tetapi menegaskan isi tidak dirubah, dan membuka peluang uji forensik untuk membuktikan keaslian rekaman.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sarwendah menyatakan secara tegas bahwa pihaknya tidak menyangkal telah memotong durasi rekaman video call yang sempat viral di media sosial. Ia menjelaskan bahwa rekaman asli berlangsung selama 27 menit, namun hanya sebagian kecil yang dipublikasikan untuk mendukung penjelasannya terkait isu yang sedang dibahas. Menurutnya, pemotongan hanya dilakukan dari segi durasi, bukan dari isi peristiwa yang terekam.
Dalam pernyataan melalui Instagram Story, Sarwendah menegaskan bahwa ia tidak melakukan rekayasa isi video dan tetap membuka ruang bagi pihak mana pun yang meragukan keaslian rekaman untuk melaporkan ke polisi. Ia mengundang pengujian forensik digital guna menunjukkan bahwa tidak ada manipulasi terhadap konten video yang diperlihatkan. Tantangan ini disampaikan sebagai bentuk sikap transparan dan siap menghadapi proses hukum secara terbuka.
Pihak pengacara Sarwendah menegaskan bahwa fokus utama kliennya saat ini tetap berada pada proses persidangan hak asuh anak yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka menyatakan tidak akan terlibat dalam isu-isu yang berada di luar ranah persidangan, meskipun mengakui bahwa perkembangan pelaporan terhadapnya bisa menjadi bagian dari bukti tambahan dalam persidangan tersebut.
Ruben Onsu, selaku pihak yang melaporkan, telah menyerahkan dua laporan ke Polda Metro Jaya. Pertama, terkait dugaan akses ilegal ke email anaknya, Betrand Peto, dan kedua, terkait pencemaran nama baik melalui penyebaran video call yang diduga telah diedit. Keduanya kini sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Namun, pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas terlapor dalam kasus pencemaran nama baik.
Sidang lanjutan terkait hak asuh anak dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10), dengan agenda pembuktian awal melalui pengajuan dokumen resmi dari kedua belah pihak. Perkara ini merupakan bagian dari konflik hukum yang telah berlangsung sejak pertengahan 2026, yang bermula dari pelanggaran perjanjian pascacerai bernama Akta 39, kemudian berkembang ke isu nafkah, pengasuhan anak, hingga gugatan wanprestasi yang kini juga sedang diproses.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

