Sekjen PBB Tekankan Reformasi Keuangan Global untuk Keadilan Ekonomi
Sekjen PBB menyerukan perubahan sistem keuangan dunia agar lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan negara berkembang, termasuk akses pembiayaan jangka panjang dan reformasi struktur lembaga multilateral.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 74x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menggarisbawahi urgensi reformasi sistem keuangan global dalam forum yang digelar di Jakarta. Ia menekankan bahwa arsitektur keuangan saat ini tidak mencerminkan kenyataan ekonomi dunia yang telah berubah signifikan, terutama dengan meningkatnya peran negara berkembang. Menurutnya, sistem yang dibentuk puluhan tahun lalu tetap menguntungkan negara-negara maju dan tidak memberi ruang yang memadai bagi negara berkembang untuk mendapatkan pendanaan pembangunan secara adil.
Guterres menyoroti krisis pembiayaan global yang masih terus membengkak, dengan defisit lebih dari US$4 triliun per tahun untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan hingga 2030. Dengan asumsi nilai tukar Rp18.000 per dolar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp72 kuadriliun. Ia menegaskan bahwa negara-negara berkembang tidak boleh dipaksa memilih antara melunasi utang dan berinvestasi untuk masa depan mereka. Reformasi sistem pendanaan harus segera dilakukan agar kebutuhan pembangunan tidak terhambat oleh beban keuangan yang tidak seimbang.
Ia menyerukan penerapan komitmen Sevilla yang disepakati oleh negara-negara anggota PBB pada 2025, sebagai langkah konkret untuk memperluas akses pendanaan, menangani krisis utang, dan mereformasi struktur keuangan internasional. Salah satu fokus utamanya adalah memperbaiki mekanisme kuota dan pengambilan keputusan di lembaga keuangan global, agar partisipasi negara berkembang sejalan dengan kontribusi ekonomi mereka saat ini. Guterres menekankan bahwa keberhasilan reformasi harus sejalan dengan pembaruan Dewan Keamanan PBB, yang perlu mencerminkan dunia multipolar saat ini.
Indonesia disebut sebagai contoh penting dalam pergerakan ini, karena dianggap memainkan peran strategis dalam mendorong multilateralisme yang lebih inklusif. Guterres menyebut Indonesia sebagai negara yang mampu menyuarakan kebutuhan negara berkembang dengan efektif, termasuk dalam upaya mereformasi sistem Bretton Woods dan lembaga keuangan internasional lainnya. Ia menekankan pentingnya memberi ruang pengaruh yang layak bagi negara-negara berkembang sesuai dengan posisi ekonomi dunia saat ini.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir, menyambut positif desakan tersebut. Ia menegaskan bahwa reformasi PBB bukan untuk melemahkan institusi, melainkan memperkuat fungsi dan relevansinya di tengah tantangan global yang kompleks. Reformasi sistem keuangan, menurutnya, merupakan bagian dari upaya global untuk memastikan kerja sama internasional dapat menjawab ancaman seperti perubahan iklim, ketimpangan akses teknologi, dan ketidaksetaraan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

