Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan KKB di Yahukimo Tewaskan Warga Sipil, PNS Luka Berat

Dua kejadian kekerasan oleh KKB di Dekai, Yahukimo, menewaskan satu warga sipil dan melukai seorang PNS, dengan pelaku diduga terkait Kodap XVI pimpinan Kopitua Heluka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan KKB di Yahukimo Tewaskan Warga Sipil, PNS Luka Berat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan kekerasan yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada akhir pekan lalu. Dalam dua peristiwa berbeda, satu warga sipil berusia 46 tahun meninggal dunia, sementara seorang pegawai negeri sipil (PNS) berusia 51 tahun mengalami luka serius akibat serangan menggunakan senjata tajam. Kedua insiden terjadi pada hari Minggu (11/10) dan Senin (12/10), dengan lokasi berbeda namun dalam satu kawasan yang sama.

Peristiwa pertama terjadi di kompleks ruko blok B pada pukul 18.15 WIT, saat korban berinisial A sedang menurunkan barang dagangan dari truk ke dalam rumah. Saat itu, ia diserang oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan senjata tajam. Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah dan segera dilarikan ke RSUD Dekai, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Pihak keamanan menegaskan bahwa korban bukan anggota intelijen atau petugas keamanan, melainkan warga sipil yang tinggal dan bekerja di daerah tersebut.

Insiden kedua terjadi di perumahan Eselon IV Jalur 3, pada hari Senin, ketika korban berinisial ET sedang membersihkan halaman rumah. Dua orang tak dikenal mendatangi lokasi dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam, menyebabkan luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan bagian punggung kanan. ET segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi korban saat ini dalam pemantauan intensif, namun tidak dalam ancaman jiwa.

Penyidik bersama Polres Yahukimo kini tengah memperdalam penyelidikan terhadap jaringan pelaku dan keterlibatan KKB Kodap XVI Yahukimo yang diketuai oleh Kopitua Heluka. Dalam keterangan resmi, pihak keamanan menegaskan bahwa semua proses penanganan dilakukan secara profesional, berbasis bukti, dan sesuai hukum yang berlaku. Upaya penegakan hukum tetap menjadi prioritas, tanpa kompromi terhadap aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya