Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sumber Dana Milisi Houthi Terungkap dari Pajak dan Perdagangan Ilegal

Milisi Houthi Yaman mendapatkan pendapatan signifikan dari pajak, bea cukai, dan perdagangan minyak ilegal, mencapai hampir US$2,5 miliar per tahun, dengan dukungan Iran dan aktivitas ekonomi paralel di wilayah yang dikuasai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Sumber Dana Milisi Houthi Terungkap dari Pajak dan Perdagangan Ilegal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Milisi Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman telah berhasil mempertahankan operasional militernya melalui beragam sumber pendanaan, termasuk pengumpulan pajak dan pungutan dari masyarakat di wilayah yang dikuasai. Setelah merebut ibu kota Sanaa pada 2014, kelompok ini membangun sistem ekonomi paralel yang memungkinkan mereka mengontrol sumber daya keuangan secara internal. Pendapatan dari pajak dan bea cukai menyumbang sekitar US$800 juta per tahun, sementara pungutan tambahan dan biaya lainnya mencapai US$600 juta.

Selain itu, Houthi juga memperoleh dana dari kontribusi sukarela dan bentuk sumbangan lainnya yang berkaitan dengan upaya perang, mencatatkan pendapatan sekitar US$300 juta. Biaya tak langsung seperti peningkatan harga transportasi, layanan publik, dan pembatasan ekonomi juga memberikan kontribusi sebesar US$700 juta, yang ditanggung oleh sektor bisnis dan masyarakat sipil. Sumber lain yang signifikan adalah perdagangan minyak ilegal, yang diklaim oleh pemerintah AS sebagai sumber pembiayaan eksternal utama, dengan perkiraan pendapatan lebih dari US$2 miliar per tahun.

Dukungan dari Iran menjadi kunci dalam keberlanjutan operasional Houthi. Berbagai laporan, termasuk dari panel ahli PBB dan organisasi penelitian konflik, menunjukkan bahwa Teheran menyuplai senjata canggih seperti drone, rudal jelajah, dan komponen pelatihan militer. Transfer ini melibatkan Garda Revolusi Iran, Hizbullah Lebanon, serta spesialis militer Irak, yang membantu memperkuat struktur militer kelompok tersebut.

Kekuatan finansial Houthi juga didukung oleh keberadaan sistem keuangan yang terpisah dari pemerintah pusat, memungkinkan mereka mengendalikan sumber daya secara efisien. Laporan Mokha Center for Strategic Studies pada Juli menyebutkan bahwa sistem ekonomi paralel ini telah menjadi tulang punggung keberlanjutan militan. Kombinasi antara pungutan lokal dan pendapatan eksternal dari perdagangan ilegal menjadikan Houthi sebagai aktor yang mampu bertahan dalam konflik yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya