Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Siber Melalui Undangan Kalender Meningkat Tajam

Ancaman malware melalui undangan rapat palsu di kalender digital melonjak 2.852 persen pada September, memanfaatkan kepercayaan terhadap platform terkemuka seperti Gmail dan Google Calendar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Serangan Siber Melalui Undangan Kalender Meningkat Tajam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan siber berbasis undangan rapat palsu yang disebarkan melalui kalender digital kini menunjukkan peningkatan ekstrem, terutama dalam empat bulan terakhir. Data terbaru mengungkapkan kenaikan 282 persen pada bulan Juni dibanding Mei, melonjak menjadi 1.216 persen di Agustus, dan diperkirakan mencapai 2.852 persen pada September. Serangan ini mengandalkan kelemahan pada fitur bawaan kalender di aplikasi email populer seperti Gmail, Outlook, dan Apple Mail, yang secara otomatis menambahkan undangan tanpa verifikasi eksplisit dari pengguna.

Modus utama yang digunakan adalah teknik ICS phishing, di mana file berformat iCalendar (ICS) dikirim melalui email dan langsung dapat diintegrasikan ke kalender tanpa persetujuan eksplisit. Dalam praktik terbaru, penyerang mengirim undangan rapat melalui Gmail yang mengklaim terkait pengembalian dana atas tagihan yang belum terselesaikan. Undangan tersebut mengandung tautan yang mengarah ke situs hosting gratis, seperti layanan Farmer, di mana korban diminta memilih opsi "View Here" untuk mengunduh dokumen palsu berupa nota kredit.

Proses ini menghasilkan pengunduhan file berbahaya berformat MSI yang mengandung perangkat lunak remote monitoring dan management (RMM). File tersebut tidak hanya menyebarkan malware, tetapi juga mengaktifkan server Command and Control (C2) melalui perangkat lunak sah seperti ScreenConnect. Dengan demikian, penyerang bisa mengakses dan mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Bahkan jika email terdeteksi sebagai spam, undangan tetap bisa muncul di kalender, menghindari deteksi sistem keamanan yang hanya fokus pada inbox.

Kemudahan dan efisiensi menjadi alasan utama keberhasilan serangan ini. Pelaku memanfaatkan infrastruktur Google dan Microsoft yang dikenal terpercaya, sehingga undangan lebih mudah lolos dari filter keamanan. Selain itu, penggunaan layanan hosting gratis memungkinkan pelaku melakukan serangan tanpa biaya. John Gallagher, VP Viakoo, menekankan bahwa bahaya terbesar terletak pada asumsi korban bahwa undangan di kalender tidak mencurigakan, padahal menolaknya pun bisa memberi tanda bahwa alamat email aktif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya