Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Siswa 14 Tahun Ditangkap Usai Tembak Kepala Sekolah dan Guru di Aubagne

Seorang pelajar berusia 14 tahun ditangkap setelah menembak kepala sekolah dan seorang guru di sekolah menengah di Aubagne, Prancis selatan, dengan senapan berburu yang disembunyikan dalam kotak gitar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 158x dibuka
Siswa 14 Tahun Ditangkap Usai Tembak Kepala Sekolah dan Guru di Aubagne📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang siswa berusia 14 tahun ditangkap oleh polisi Prancis setelah melakukan penembakan di Sekolah Menengah Joseph-Lakanal, Aubagne, pada Senin (12/10), yang menyebabkan dua korban luka tembak di kaki. Kepala sekolah dan guru yang menjadi sasaran mengalami cedera ringan dan tidak dalam kondisi kritis. Pelaku diduga menggunakan senapan berburu kaliber 12 dengan laras ganda, yang disembunyikan di dalam kotak gitar sebelum masuk ke gedung sekolah.

Insiden terjadi dalam dua tahap: pelaku awalnya melepaskan tembakan di lantai pertama, kemudian naik ke lantai dua dan melanjutkan penembakan. Suara tembakan pertama sempat disangka sebagai aktivitas konstruksi oleh sebagian siswa, tetapi bunyi tembakan berikutnya dan sirine alarm membuat seluruh siswa panik dan berlarian mencari tempat berlindung. Dua jalur evakuasi tersedia—menuju aula olahraga atau keluar gedung—dengan kebanyakan siswa memilih melarikan diri ke luar bangunan.

Seorang staf sekolah berhasil melucuti senjata pelaku sebelum kehadiran polisi tiba, memungkinkan penangkapan tanpa kekerasan lebih lanjut. Wakil walikota Aubagne, Jean-Pierre Squillari, mengonfirmasi detail insiden kepada media. Selain dua korban utama, terdapat satu korban ketiga yang juga terkena tembakan, semua mengalami luka akibat amunisi dari senapan berburu.

Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, mengecam tindakan tersebut melalui media sosial, menyebutnya sebagai indikasi meningkatnya kekerasan di masyarakat yang harus ditangani bersama. Ia menekankan bahwa insiden ini tidak dapat diterima dan menyoroti perlunya respons kolektif terhadap tren kekerasan yang semakin mengkhawatirkan. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan kemudian berangkat ke lokasi untuk meninjau situasi secara langsung.

Meskipun insiden terjadi di tengah gelombang protes siswa yang menuntut peningkatan fasilitas pendidikan di Prancis, belum ada bukti kaitan antara penembakan dan aksi demonstrasi tersebut. Sejarah menunjukkan bahwa serangan senjata di sekolah di Prancis sangat jarang, namun insiden tahun 2017—ketika seorang siswa berusia 16 tahun menyerang sekolah dengan senapan, pistol, dan granat—mengingatkan bahwa ancaman semacam ini, meski langka, tetap ada.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya