Spanyol Mobilisasi Militer Hadapi Gelombang Imigran di Ceuta
Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer ke Ceuta untuk mengatasi lonjakan imigran ilegal dari Maroko, menyusul kematian belasan warga saat menyeberang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pemerintah Spanyol telah mengambil langkah darurat dengan mengerahkan angkatan bersenjata ke wilayah otonom Ceuta guna memperkuat keamanan perbatasan. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan jumlah imigran asal Maroko yang mencoba menyeberang secara ilegal ke wilayah Spanyol, terutama melalui jalur laut. Peristiwa ini mencatatkan kematian setidaknya 18 orang dalam sepekan terakhir, sebagian besar saat berenang menyeberangi perbatasan yang terletak di dekat kota Castillejos, Maroko.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan bahwa operasi militer bertujuan untuk mendukung Garda Sipil dalam menangani tekanan keamanan yang meningkat di kota. Pemerintah pusat juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan otoritas Maroko dan mitra internasional guna menangani akar permasalahan migrasi. Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan bahwa respons pemerintah harus dilakukan secara bertanggung jawab dan kolaboratif, menanggapi permintaan bantuan dari pemerintah otonom Ceuta.
Kedatangan pasukan militer disusul kunjungan langsung oleh Sanchez dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska ke Ceuta pada 31 Juli 2026. Mereka meninjau kondisi lapangan dan mengevaluasi dampak krisis terhadap infrastruktur dan layanan publik. Di sisi lain, otoritas Maroko melaporkan telah membangun barikade di beberapa wilayah dan menahan puluhan orang, meskipun tidak mengonfirmasi penyebab gelombang migrasi yang tiba-tiba.
Situasi di perbatasan mencatat lebih dari 1.500 imigran telah memasuki Ceuta dalam waktu kurang dari seminggu, sebagian besar melalui renang. Otoritas setempat menemukan sembilan jenazah yang diduga tenggelam dalam upaya menyeberang. Meski belum ada hasil otopsi resmi, dugaan kuat menyebutkan korban tewas akibat kelelahan atau arus laut. Dewan Majelis Ceuta menyebut situasi ini sebagai yang paling parah dalam sejarah, menilai respons pemerintah pusat belum cukup efektif.
Di tengah krisis, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyerukan penangguhan keanggotaan Spanyol di zona Schengen, menilai kebijakan kewarganegaraan yang diberikan kepada imigran ilegal memicu pergerakan massa dan meningkatkan risiko perdagangan manusia. Pernyataan itu menambah tekanan politik internasional terhadap Madrid, yang kini dihadapkan pada tantangan kompleks antara kebijakan humaniter dan keamanan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


