Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari, Antrean di Bali Disebabkan Gangguan Distribusi

Kementerian ESDM memastikan stok BBM nasional aman hingga 18 hari ke depan, meski terjadi antrean panjang di SPBU Bali akibat kendala distribusi teknis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari, Antrean di Bali Disebabkan Gangguan Distribusi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional tetap dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup hingga 18 hari ke depan, menurut pernyataan resmi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meski demikian, sejumlah SPBU di Bali mengalami antrean panjang dalam beberapa hari terakhir, yang disebabkan oleh hambatan pada proses distribusi. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada kekurangan stok secara nasional, melainkan terjadi penundaan distribusi akibat permasalahan teknis di lapangan.

Menyikapi hal ini, Menteri ESDM menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data terkini dari PT Pertamina (Persero) untuk meninjau secara menyeluruh kondisi di lapangan. Ia menekankan bahwa peran pemerintah sebagai regulator, sementara operasional penyaluran menjadi tanggung jawab perusahaan pelat merah. Rapat koordinasi segera digelar untuk mengevaluasi permasalahan distribusi dan mempercepat penyelesaian.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ia menjelaskan bahwa antrean terjadi karena gangguan pada proses bongkar muat kapal tanker di pelabuhan, khususnya akibat masalah jangkar yang menyebabkan penundaan hingga pukul 22.00 WITA, padahal jadwal awal telah ditentukan pukul 06.30 WITA. Meski demikian, Simon menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan pembenaran, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Fenomena antrean tersebar di wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, dan sejumlah kabupaten lain di Bali. Sejumlah pengguna kendaraan mengaku berbondong-bondong mengisi bahan bakar karena kekhawatiran pasokan menipis, yang kemudian memperparah antrian. Pihak Pertamina menilai kejadian ini didorong oleh perilaku panic buying, meski stok secara nasional tetap stabil.

Pemerintah dan Pertamina kini berkomitmen untuk memperbaiki sistem distribusi dan memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga tanpa terjadi gejolak. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dan peningkatan pengawasan logistik, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya