Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Surplus Dagang US$7,25 Miliar Dorong Optimisme Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi positif dan surplus perdagangan mencapai US$7,25 miliar hingga Agustus 2026 memperkuat keyakinan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 81x dibuka
Surplus Dagang US$7,25 Miliar Dorong Optimisme Ekonomi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama tahun 2026 mencatat angka positif sebesar 5,45 persen, menjadi fondasi utama bagi optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan. Angka ini didukung oleh kinerja perdagangan yang terus menunjukkan kekuatan, terbukti dari surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar hingga bulan Agustus. Nilai ekspor yang mencapai US$193,64 miliar menunjukkan tren kenaikan 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa penguatan ekspor bukan hanya soal angka, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan nilai tambah, khususnya di sektor pangan, agar petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal benar-benar merasakan manfaat dari keberhasilan ekspor. Dalam kesempatan membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di BSD, ia menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jaringan dagang dan menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai mitra dalam rantai pasok global.

Pemerintah mendorong eksportir memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah berlaku, sekaligus membuka akses ke pasar nontradisional seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan promosi intensif melalui perwakilan diplomatik di luar negeri. Di samping itu, kemitraan dagang harus diikuti dengan kemudahan prosedur ekspor dan akses pembiayaan yang lebih terbuka, agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa berkontribusi secara optimal.

Zulhas juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi. Ia menekankan bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah dalam negeri, bukan sekadar diekspor dalam bentuk bahan mentah. Selain itu, pemerintah didorong untuk memperkuat kolaborasi di bidang investasi, transisi energi, dan teknologi digital guna membangun fondasi ekonomi masa depan yang lebih tangguh dan inklusif. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 116 pada 2024 menjadi 131 pada tahun ini menjadi indikator penting bahwa kebijakan yang dijalankan mulai membawa dampak nyata terhadap kesejahteraan petani dan nelayan.

Pada acara yang sama, Menteri Koordinator memberikan penghargaan kepada para eksportir berprestasi, pembeli strategis, serta pemerintah daerah yang aktif mendukung ekspor nasional. Ia mengajak seluruh peserta TEI untuk memanfaatkan momentum pameran dengan menawarkan produk unggulan, memberikan layanan responsif, serta menjamin kesiapan kapasitas produksi. Tujuannya adalah mengubah peluang transaksi selama pameran menjadi kerja sama bisnis jangka panjang yang saling menguntungkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya