Survei AS Ungkap Kepopuleran Netanyahu Menurun Drastis
Sebanyak 54 persen warga AS menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara negatif, menurut survei YouGov dan Economist yang dilakukan Juli 2026.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh YouGov bekerja sama dengan The Economist menunjukkan dominasi opini negatif terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kalangan warga Amerika Serikat. Dari total 1.559 responden, 54 persen menyatakan pandangan buruk terhadap pemimpin Israel tersebut, sementara hanya 23 persen yang memberikan penilaian positif. Angka ini menggambarkan penurunan signifikan dalam popularitas Netanyahu di mata publik AS, terutama dalam konteks konflik di Jalur Gaza.
Hasil survei juga menyoroti persepsi publik terhadap tanggung jawab Netanyahu atas kejahatan perang. Sebanyak 47 persen responden meyakini bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas tindakan yang mencerminkan kejahatan perang, dan sebagian besar menilai tindakannya merusak hubungan strategis antara AS dan Israel. Sebanyak 49 persen responden mendukung langkah penahanan Netanyahu jika ia berkunjung ke wilayah Amerika Serikat, sejalan dengan perintah penahanan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Pertemuan tatap muka antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump pada 28 Juli 2026 di Gedung Putih menjadi momen penting untuk menunjukkan konsistensi koalisi strategis. Meski sebelumnya hubungan sempat retak, terutama pada April 2026 saat Trump menyebut Netanyahu sebagai "orang yang sangat sulit", kedua pemimpin menyatakan pertemuan berlangsung positif dan produktif. Netanyahu menggambarkan percakapan tersebut sebagai salah satu yang paling efektif dalam sejarah kerja sama bilateral.
Tujuan utama kunjungan ini adalah memperkuat citra kesatuan antara AS dan Israel di tengah ketegangan regional, terutama terkait upaya menghambat program nuklir Iran. Pemimpin Israel juga menekankan kesepakatan kerangka kerja dengan Lebanon sebagai prioritas, meski implementasinya masih menghadapi hambatan di lapangan. Di sisi lain, upaya pemulihan Gaza tetap terkendala, dengan situasi kemanusiaan yang belum membaik setelah hampir tiga tahun perang berkepanjangan.
Menurut Yonatan Freeman, pakar hubungan internasional dari Universitas Ibrani Yerusalem, kunjungan ini dimaksudkan untuk menggagalkan narasi tentang ketegangan dalam aliansi AS-Israel. Ia menilai bahwa tujuan utamanya adalah menunjukkan solidaritas kepada dunia internasional, termasuk Iran dan negara-negara tetangga, bahwa kedua negara tetap berjalan seirama dalam isu keamanan strategis, terutama soal ancaman nuklir Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


