Rumah Sebagai Aset Usaha, UMKM Bisa Dapatkan Kredit hingga Rp500 Juta
Pelaku UMKM di Indonesia kini bisa memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha dengan mengakses kredit hingga Rp500 juta melalui program KPP Demand.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman kini mendorong pemanfaatan rumah sebagai sarana produktivitas melalui skema kredit perumahan khusus untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Program ini memungkinkan pelaku usaha perorangan mengajukan pembiayaan hingga maksimal Rp500 juta untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah guna mendukung aktivitas usaha. Tujuannya adalah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi mikro yang belum terlayani secara optimal oleh sistem perbankan konvensional.
Kredit Program Perumahan Demand (KPP Demand) dirancang sebagai solusi alternatif bagi UMKM yang membutuhkan tempat usaha tetapi belum memiliki aset komersial. Dengan skema ini, rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, menegaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan dengan mengintegrasikan perumahan dan usaha secara sinergis.
Selain KPP Demand, pemerintah juga menyediakan KPP Supply yang ditujukan bagi pelaku industri perumahan seperti developer, kontraktor, dan penjual material bangunan. Skema ini menawarkan plafon kredit hingga Rp5 miliar, dengan tujuan mendorong peningkatan kapasitas produksi dan ketersediaan perumahan di berbagai wilayah. Sejak diluncurkan, total penyaluran kredit melalui KPP mencapai Rp7,4 triliun secara kumulatif, terdiri atas Rp5,4 triliun dari KPP Supply dan Rp2 triliun dari KPP Demand.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sebanyak 353 peminat telah mendaftar program ini, dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp424,94 miliar. Dari jumlah tersebut, 296 peminat berasal dari KPP Demand dengan nilai Rp135,97 miliar, sementara 57 peminat dari KPP Supply menyerap dana sebesar Rp288,97 miliar. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur semata dari jumlah kredit yang disalurkan, tetapi dari kemampuan pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang menjadi pelaku usaha skala menengah atau besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan penghargaan dan dukungan penuh terhadap Suahasil Nazara yang resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan, menekankan pentingnya reformasi fiskal dan transparansi anggaran.
14 September 2026

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Naik Pangkat Jadi Pengganti Purbaya
Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada 14 September 2026.
14 September 2026

Pelantikan Menteri Keuangan RI Dilangsungkan 15 September 2026
Kemenkeu resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa, 15 September 2026, di Gedung Juanda, Jakarta.
14 September 2026

RI Dorong Penguatan Transaksi Lokal di BRICS
Indonesia mendorong penguatan penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara dalam forum BRICS di Mumbai, 2026.
14 September 2026
Berita Lainnya

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Pemerintah Kaji Batasi Konsumsi Pertalite untuk Pastikan Subsidi Tepat Sasaran
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Pabrik Baterai EV Karawang Resmi Beroperasi Juli 2026
Senin, 14 September 2026, 22.33 WITA

AI dan Interoperabilitas Jadi Fondasi Transformasi Kesehatan Digital
Senin, 14 September 2026, 22.33 WITA


