Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Survei Ungkap Demokrat Kuasai DPR AS dalam Pemilu Sela

Partai Demokrat berpeluang meraih 77 persen kemenangan dalam pemilu sela AS, dengan proyeksi 235 kursi di DPR, sementara Republik diperkirakan hanya menang 200 kursi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
Survei Ungkap Demokrat Kuasai DPR AS dalam Pemilu Sela📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Hasil survei terbaru menunjukkan Partai Demokrat memiliki peluang besar meraih mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada pemilu sela 3 November mendatang. Lembaga survei melaporkan bahwa Demokrat diperkirakan mampu menguasai 235 kursi, dengan 187 kursi telah dipastikan aman dan 28 lainnya berpotensi direbut. Angka ini menunjukkan dominasi yang signifikan dibandingkan dengan rekanan politiknya di luar kekuasaan.

Di sisi lain, Partai Republik hanya diproyeksikan meraih 200 kursi, termasuk 124 kursi yang sudah pasti dimenangkan dan 64 lainnya berstatus "mungkin". Sementara itu, 14 kursi tersisa masih dalam kategori "menang tipis", menunjukkan ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan dengan Demokrat. Proyeksi ini menandai kemungkinan besar perubahan kekuasaan di DPR, di mana Republik berisiko kehilangan kendali mayoritas.

Faktor-faktor internal dan eksternal dinilai menjadi penentu tren ini. Kenaikan harga barang pokok, termasuk bahan bakar minyak, serta penurunan kepuasan publik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, terutama terkait operasi militer terhadap Iran, turut memengaruhi persepsi publik terhadap partai berkuasa. Dalam konteks ini, kebijakan ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi sorotan utama dalam dinamika pemilu.

Pemilu sela ini tidak hanya menentukan kekuasaan di DPR yang terdiri dari 435 anggota, tetapi juga memengaruhi 33 dari 100 kursi Senat serta pemilihan legislatif di sejumlah negara bagian. Analis politik menyatakan bahwa perubahan arah politik nasional dapat terjadi jika Demokrat berhasil merebut mayoritas, yang berpotensi mengubah agenda legislatif dalam dua tahun ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya