Timah Jadi Komoditas Pertama di Bursa Mineral ICOMEX
Timah menjadi komoditas pertama yang diperdagangkan di ICOMEX, setelah pemerintah dan OJK menyiapkan infrastruktur dan regulasi untuk mendukung transparansi dan likuiditas pasar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Timah resmi menjadi komoditas utama pertama yang akan diperdagangkan di Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX), sejalan dengan rencana peluncuran bursa mineral strategis yang dijadwalkan pada 17 September 2026. Keputusan ini didasarkan pada pengalaman panjang timah dalam perdagangan derivatif di pasar berjangka, khususnya di Jakarta Futures Exchange (JFX), yang telah menjadi tempat transaksi sejak lama.
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, Sarjito, menegaskan bahwa timah dipilih karena telah memiliki basis perdagangan yang mapan. Meski demikian, partisipasi pasar saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan pendekatan baru melalui keterlibatan MIND ID sebagai holding BUMN pertambangan untuk memperluas jangkauan dan volume transaksi.
Dengan masuknya MIND ID dan regulasi pemerintah yang mendukung, OJK optimistis ICOMEX dapat menciptakan pasar yang lebih transparan dan likuid. Langkah ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, termasuk sektor hilirisasi dan pengoptimalan kapasitas smelter, sehingga memperkuat rantai nilai tambang dalam negeri.
Operasional perdana bursa diharapkan dimulai pada 4 Januari 2027, setelah izin operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis diterbitkan pada Januari 2027. Sebelumnya, dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) terkait peralihan dan penyelenggaraan bursa telah disiapkan untuk mendukung proses hukum dan pengawasan.
Kehadiran ICOMEX diharapkan menjadi langkah strategis dalam transformasi ekosistem komoditas Indonesia, memperkuat posisi pasar domestik dan menarik partisipasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen, pengolahan, hingga konsumen industri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga iPhone di Indonesia: Bukan Hanya Soal Pajak
Perbedaan harga iPhone di Indonesia disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, regulasi, dan strategi bisnis, bukan semata-mata pajak tinggi.
15 September 2026

Trump dan Huang Dorong Percepatan AI Tanpa Regulasi Berlebihan
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan adalah hoaks, sekaligus menekankan potensi ekonomi besar dari pusat data dan industri AI.
15 September 2026

Purbaya Serahkan Jabatan, Air Baltic Ajukan Kebangkrutan
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan tugas sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, sementara Air Baltic mengajukan perlindungan hukum di AS untuk kelola utang USD 405 juta.
15 September 2026

Asing Jual Saham ANTM hingga Rp209 Miliar di Tengah Perubahan Menteri Keuangan
Investor asing catatkan net sell Rp337,4 miliar pada 14 September 2026, dengan Aneka Tambang jadi saham paling banyak dilepas.
15 September 2026
Berita Lainnya

Chery Perkenalkan Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

iPhone, Mac, dan Apple Watch Terintegrasi untuk Produktivitas Maksimal
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

MacBook Unggul di Efisiensi, Integrasi, dan Keamanan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

Menghidupkan Kenangan 80-an Lewat AI dalam Satu Perintah
Selasa, 15 September 2026, 22.45 WITA

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

29 Kg Emas Ilegal Digagalkan di Empat Bandara Nasional
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Selasa, 15 September 2026, 22.37 WITA


