Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Transformasi Jasa Marga: dari Infrastruktur ke Pengalaman Perjalanan

Danantara mendorong Jasa Marga meningkatkan kualitas layanan berbasis pengalaman pengguna, melalui integrasi digital melalui aplikasi Travoy.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Transformasi Jasa Marga: dari Infrastruktur ke Pengalaman Perjalanan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengelolaan BUMN transportasi, khususnya operator jalan tol. Fokus tidak lagi hanya pada volume lalu lintas atau pencapaian proyek, melainkan pada kenyamanan, keselamatan, dan respons cepat terhadap gangguan selama perjalanan. Pendekatan ini dianggap krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menggunakan fasilitas jalan tol sebagai bagian dari mobilitas harian.

Wamildan Tsani Panjaitan, Senior Director Transportation Sector Danantara Aset Manajemen, menyoroti pentingnya peningkatan layanan di level pengguna. Ia menekankan bahwa keberhasilan perusahaan BUMN tak hanya terukur dari pendapatan atau pertumbuhan trafik, tetapi dari bagaimana sistem mampu menjaga kondisi jalan, meminimalkan kemacetan, serta menangani insiden secara efisien. Dalam kunjungannya ke Danantara Housing Expo 2026, ia menyampaikan bahwa transformasi layanan harus berbasis pada kebutuhan nyata pengguna, bukan hanya aset fisik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jasa Marga mengembangkan ekosistem digital bernama Travoy sebagai pusat integrasi layanan perjalanan. Aplikasi ini menjadi satu pintu akses bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran tol tanpa kontak melalui RFID, hingga pengecekan ketersediaan fasilitas istirahat seperti SPBU dan SPKLU. Dengan fitur digital receipt dan top-up secara daring, pengguna dapat menghindari antrean dan mempercepat proses transaksi di gerbang tol.

Selain itu, Travoy menyediakan layanan darurat melalui One Call Center 133, yang memungkinkan pengguna mengakses bantuan teknis, derek, atau petugas lapangan secara langsung saat mengalami kendala. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bentuk pergeseran dari infrastruktur murni menuju infraculture — budaya layanan yang berpusat pada pengalaman pengguna. Tujuannya adalah menciptakan perjalanan yang tidak hanya lancar, tetapi juga bermakna dan terintegrasi dengan gaya hidup masyarakat modern.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya